Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Masyarakat Gunung Sari keluhkan Aktifitas Peternakan Ayam

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 13286 Pengunjung
Foto : Dokumentasi

Bantenku.com, SERANG - Masyarakat desa Gunungsari mengeluhkan aktifitas peternakan ayam yang kembali beroperasi dan menimbulkan pencemaran lingkungan di kampungnya, pasalnya peternakan tersebut dibangun dekat dengan pemukiman warga sehingga menimbulkan efek bau yang tidak sedap.

Salah seorang warga Kampung Cirombot, Desa Gunungsari, Kabupaten Serang, Pipit yang merasakan dampak dari perusahaan tersebut mengatakan bahwa warga akan kembali menggalang kekuatan massa agar Pemerintah Kabupaten Serang menutup perusahaan yang tidak mendapat izin dari lingkungan sekitar.

"Dulu bulan April 2016, Asda I sama jajaran Pemkab Serang sudah datang meninjau lokasi peternakan setelah kita demo dikawan teman mahasiswa, dan hasilnya akan ditutup dalam waktu dua minggu, tapi kok ini malah beroperasi lagi," kata Pipit saat ditemui di lokasi berdirinya peternakan ayam, Rabu, (1/2/2017).

Untuk diketahui perusahaan peternakan ayam milik Hilwan Setiawan ini berdiri di Kampung Cikundur, Desa Gunungsari sebetulnya memang sudah mendapatkan penolakan keras dari warga Kampung Cirombot, Cikundur, Mindi I dan Mindi II sejak tahun lalu, namun masyarakat dalam waktu dekat akan menggelar audiensi dengan pemerintah untuk menutup peternakan ayam yang mencemari lingkungan dan menolak akan berdirinya kandang ayam yang dibangun dekat dengan pemukiman.

Hal senada disampaikan Hendra Wibowo, Presidium Mahasiswa Pinggiran (Maping) Banten yang melakukan pendampingan terhadap warga sejak tahun lalu hingga hari ini, dirinya menyampaikan geram atas tindakan semena-mena para pengusaha peternak ayam yang membangun tanpa lebih dulu melengkapi administrasi dan melihat dampak terhadap masyarakat.

"Perusahaan jangan seenaknya lah, fikirkan bagaimana rakyat menahan bau. Insya Allah kita bergerak hari senin besok dan alhamdulillah Bupati Serang berkenan menemui kami untuk menyampaikan apa yang menjadi harapan, saya rasa pemerintah bisa adil dan bijaksana dalam memberi keputusan dan bertindak nantinya," tukasnya.

Bupati Kabupaten Serang, Tatu Chasanah saat dikonfirmasi Senin, (30/1/2017). mengenai peternakan ayam yang ada di Desa Gunungsari, dirinya menegaskan bahwa peternakan ayam yang berdiri dekat dengan pemukiman dan tidak mendapatkan izin masyarakat serta tidak lengkapnya surat-surat perusahaan maka akan dilakukan penutupan.

"Sekarang izin mendirikan peternakan ayam itu sudah diperketat, apalagi masyarakatnya sendiri tidak memberi izin karena dibangun dekat dengan rumah mereka dan membuat tidak nyaman bernafas," kata Bupati Serang, Tatu Chasanah.

(do/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top