Jumat, 22 November 2019 |
21:51 wib: Bakamla RI Amankan Kapal Pengangkut BBM Ilegal di Laut Bojonegara 16:47 wib: Ormas Brantas DPC Bojonegara Pertanyakan CSR PT Artawa 12:53 wib: Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Polsek Bojonegara Sebrangkan Anak Sekolah 11:29 wib: Program Pamsismas Diduga Bermasalah 13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda

Masya Allah, Sirsak Kalahkan Kemoterapi untuk Bunuh Kanker

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 5754 Pengunjung
Foto : ilustrasi buah sirsak

Bantenku.com - Sempat marak di beberapa milis lokal menyebutkan bahwa fakta buah sirsak yang memiliki khasiat anti-kanker tengah ditutup-tutupin oleh perusahaan farmasi skala dunia dengan motif profit. Kenyataannya, justru sekarang banyak farmasi yang berlomba-lomba yang tengah meneliti zat yang dimiliki buah sirsak.

Buah sirsak sebenarnya sudah diteliti oleh Health Sciences Institute, AS. Pada tahun 2000 ditemukan bahwa buah yang dalam Spanyol disebut graviola tersebut memiliki kemampuan sebagai pembunuh alami sel kanker, bahkan hingga 10 ribu kali lebih kuat dari kemoterapi yang menggunakan zat kimia.

Sirsak dan Kanker?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan yang sudah dipublikasikan dalam the Journal of Natural Products menyatakan bahwa salah satu unsur kimia yang dimiliki buah sirsak bernama annonaceous acetogenin memiliki kemampuan memilih, membedakan, dan membunuh sel kanker yang berkembang di usus besar.

Di Indonesia sendiri sirsak sudah diaplikasikan herbal secara swadaya oleh masyarakat awam dengan cara merebus 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua dengan 3 gelas air (600 cc) hingga dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Kemudian diminum setiap hari 1x sehari pada pagi maupun 2x pagi dan sore hari secara rutin selama 4 pekan.

Walau ‘ramuan’ daun sirsak tersebut memberikan dampak sensasi rasa hangat atau panas hingga menimbulkan keringat deras pada tubuh, khasiatnya belum terbukti secara ilmiah, masih terbatas pada pengakuan empiris beberapa pasien.

Bagaimana pun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang mendalam mengenai khazanah-khazanah herbal yang banyak berangkat dari kearifan lokal. Tujuannya, tidak lain guna memperkuat basis bukti medis, sehingga pengetahuan medis dan herbal dapat saling melengkapi untuk kebaikan kesehatan masyarakat.(klikdokter.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top