Minggu, 14 Agustus 2022 |
07:45 wib: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Ajak Sukseskan Pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2022 14:29 wib: Memperingati HUT RI Ke-77, Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal 12:49 wib: Lepas Peserta Jambore Nasional XI, Helldy Titip Nama Baik Cilegon 09:21 wib: Bidik Laba Rp 541 Miliar, ASDP Optimis Pertahankan Kinerja Positif hingga Akhir Tahun 16:35 wib: Kunjungi Cilegon, Staf Presiden RI Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah di Cilegon 15:27 wib: HUT Kota Serang Ke - 15, Walikota Serang Harap Masukan dan Kritikan Masyarakat Untuk Membangun 18:32 wib: Ikut Indonesia Expo, Stand UMKM Cilegon Diserbu Pengunjung 16:31 wib: Sambut HUT ke-15 Kota Serang, Syafrudin Ziarah ke TMP Ciceri dan Kesultanan Banten 18:31 wib: Masjid Agung sebagai Icon Kota Serang, Walikota Serang harap Kenyamanan dan Keamanan Parkir Diutamakan 23:02 wib: Berkat Kerja Bersama, Kemiskinan di Provinsi Banten Banten Menurun

Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Naik Ferry Semakin Mudah, Aman dan Nyaman Bersama ASDP

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2261 Pengunjung

BantenKu, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin mudah, aman dan nyaman bagi pengguna jasa mulai dari pembelian tiket, perjalanan di kapal hingga tiba di pelabuhan tujuan khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 pada siaran press (17/7/2020).

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, ASDP terus mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan perjalanan ferry dengan lebih baik, yakni melakukan reservasi dan membeli tiket secara online melalui www.ferizy.com atau aplikasi _Ferizy_ yang dapat diunduh pengguna _Android_ di _Play Store_, khususnya bagi pengguna jasa di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Pembelian tiket _online_ secara mandiri melalui _website_ maupun aplikasi sangat mudah, dan pencatatan _manifest_ terkait data asuransi yang menjadi hak pengguna jasa juga semakin akurat.

"Beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 3 jam sebelum keberangkatan. Tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapat _Boarding Pass_ untuk naik kapal. Sesimpel itu saja," ujar Ira.

Apalagi, di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini, pengguna jasa harus senantiasa menjaga jarak (physical distancing) sehingga dengan membeli tiket secara _online_, maka akan semakin mengurangi interaksi dengan petugas loket. Selain itu, tren pembelian tiket via _online_ ini terus meningkat seiring gaya hidup masyarakat yang cenderung bertransaksi elektronik dalam kegiatan konsumsi. Selain melalui _website_ dan aplikasi, pengguna jasa kini dapat membeli tiket ferry di seluruh gerai Alfamart sebagai mitra resmi penjualan tiket ASDP dengan biaya admin mulai dari Rp 1.000 sampai dengan Rp 5.000 disesuaikan dengan jumlah nominal per transaksi.

Kendati saat ini masyarakat sudah mulai memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, ASDP memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan baik di pelabuhan dan kapal secara ketat. "Harapan kami agar pengguna jasa tetap produktif, bisa bepergian dengan aman, nyaman dan tetap sehat di masa pandemi _Covid-19_ saat ini. Kunci utamanya, kita semua baik operator, regulator dan pengguna jasa harus disiplin dan ikuti aturan, hal ini penting bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain," tuturnya.

Ada 3 hal utama dalam protokol kesehatan yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat berada di pelabuhan dan kapal, rajin cuci tangan dengan sabun atau _hand sanitizer_, dan pastikan untuk _physical distancing_ minimal 1,5 m - 2 meter.

Di sejumlah pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, dan Ketapang, Gilimanuk, Lembar dan Padangbai, penerapan protokol kesehatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan tetap terus dilaksanakan dengan ketat. Apalagi sejumlah daerah masih ada yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga untuk keluar masuk wilayah membutuhkan persyaratan administrasi surat keterangan dan hasil _rapid test_ atau _swab test_ yang berlaku 14 hari kerja melalui verifikasi tim Gugus Tugas  Covid-19.

Ia mengungkapkan, ASDP konsisten sejak awal pandemi Covid-19 hingga masa adaptasi kebiasaan baru saat ini menerapkan protokol kesehatan dan keamanan preventif bagi pengguna jasa dan karyawan _(people first)_ mulai dari melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan _physical distancing_ saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan _hand sanitizer_ serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

"Kami sangat concern dalam penerapan protokol ini. Bahkan, petugas pramugari kami di kapal ekspress Merak-Bakauheni yang dilengkapindengan _face shield_ saat bertugas, secara proaktif juga mengingatkan pengguna jasa dalam penerapan protokol mulai dari pengecekan suhu, wajib bermasker dimanapun berada, imbauan melakukan cuci tangan, hingga pengaturan tempat duduk demi mencaga _physical distancing_," ujarnya.


[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top