Minggu, 25 Oktober 2020 |
20:36 wib: Ormas Brantas PAC Mancak Serta Relawan Kramat Mancak Siap Dukung Tatu Pandji Pilkada Bupati Serang 2020 19:51 wib: Karang Taruna Desa Salira Gencar Bagikan Masker Gratis 17:18 wib: Tiga Ekor Kerbau Milik Warga Salira Di Gasak Maling 17:13 wib: Dibantu TNI-Polri, Pemkab Serang Tutup Tempat Hiburan Malam di JLS 22:19 wib: Akibat Kebakaran Pabrik Kimia di Cikande, Satu Karyawan Tewas 15:07 wib: Wali Kota Cilegon Pimpin Apel Siaga Bencana 11:29 wib: Kombes Rustam Mansyur, Jabat Dirpolairud Polda Banten 18:53 wib: Dinkes Banten Gandeng Ormas Cegah Covid-19 17:23 wib: Aksi Buruh Serang Akan Ke Jakarta Terhadang Aparat Kepolisian Di Perbatasan Serang Tangerang 11:59 wib: Ucapan Terima Kasih Warga, Ratu Tatu Dihadiahi Bontot Pontang

Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Naik Ferry Semakin Mudah, Aman dan Nyaman Bersama ASDP

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1386 Pengunjung

BantenKu, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin mudah, aman dan nyaman bagi pengguna jasa mulai dari pembelian tiket, perjalanan di kapal hingga tiba di pelabuhan tujuan khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 pada siaran press (17/7/2020).

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, ASDP terus mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan perjalanan ferry dengan lebih baik, yakni melakukan reservasi dan membeli tiket secara online melalui www.ferizy.com atau aplikasi _Ferizy_ yang dapat diunduh pengguna _Android_ di _Play Store_, khususnya bagi pengguna jasa di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Pembelian tiket _online_ secara mandiri melalui _website_ maupun aplikasi sangat mudah, dan pencatatan _manifest_ terkait data asuransi yang menjadi hak pengguna jasa juga semakin akurat.

"Beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 3 jam sebelum keberangkatan. Tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapat _Boarding Pass_ untuk naik kapal. Sesimpel itu saja," ujar Ira.

Apalagi, di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini, pengguna jasa harus senantiasa menjaga jarak (physical distancing) sehingga dengan membeli tiket secara _online_, maka akan semakin mengurangi interaksi dengan petugas loket. Selain itu, tren pembelian tiket via _online_ ini terus meningkat seiring gaya hidup masyarakat yang cenderung bertransaksi elektronik dalam kegiatan konsumsi. Selain melalui _website_ dan aplikasi, pengguna jasa kini dapat membeli tiket ferry di seluruh gerai Alfamart sebagai mitra resmi penjualan tiket ASDP dengan biaya admin mulai dari Rp 1.000 sampai dengan Rp 5.000 disesuaikan dengan jumlah nominal per transaksi.

Kendati saat ini masyarakat sudah mulai memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, ASDP memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan baik di pelabuhan dan kapal secara ketat. "Harapan kami agar pengguna jasa tetap produktif, bisa bepergian dengan aman, nyaman dan tetap sehat di masa pandemi _Covid-19_ saat ini. Kunci utamanya, kita semua baik operator, regulator dan pengguna jasa harus disiplin dan ikuti aturan, hal ini penting bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain," tuturnya.

Ada 3 hal utama dalam protokol kesehatan yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat berada di pelabuhan dan kapal, rajin cuci tangan dengan sabun atau _hand sanitizer_, dan pastikan untuk _physical distancing_ minimal 1,5 m - 2 meter.

Di sejumlah pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, dan Ketapang, Gilimanuk, Lembar dan Padangbai, penerapan protokol kesehatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan tetap terus dilaksanakan dengan ketat. Apalagi sejumlah daerah masih ada yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga untuk keluar masuk wilayah membutuhkan persyaratan administrasi surat keterangan dan hasil _rapid test_ atau _swab test_ yang berlaku 14 hari kerja melalui verifikasi tim Gugus Tugas  Covid-19.

Ia mengungkapkan, ASDP konsisten sejak awal pandemi Covid-19 hingga masa adaptasi kebiasaan baru saat ini menerapkan protokol kesehatan dan keamanan preventif bagi pengguna jasa dan karyawan _(people first)_ mulai dari melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan _physical distancing_ saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan _hand sanitizer_ serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

"Kami sangat concern dalam penerapan protokol ini. Bahkan, petugas pramugari kami di kapal ekspress Merak-Bakauheni yang dilengkapindengan _face shield_ saat bertugas, secara proaktif juga mengingatkan pengguna jasa dalam penerapan protokol mulai dari pengecekan suhu, wajib bermasker dimanapun berada, imbauan melakukan cuci tangan, hingga pengaturan tempat duduk demi mencaga _physical distancing_," ujarnya.


[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top