Sabtu, 18 Januari 2020 |
08:40 wib: Walikota Serang Cek Kondisi Jalan Rusak di Kecamatan Curug 12:24 wib: Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bojonegara, Pemkab Serang Segera Panggil Penambang 11:51 wib: Kapolda Banten Prioritas Penanganan Tambang Emas Ilegal di Lebak 12:52 wib: Rumah Warga Ambruk, Dihantam Angin Kencang 12:00 wib: 13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten 20:46 wib: Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH 16:49 wib: Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah 14:53 wib: Brantas Kabupaten Serang Pertanyakan Kerja Dinas Kebersihan dan CSR Perusahaan 14:10 wib: Jembatan Suka Senang, Malingping Terbengkalai Dikritik Aktivis LPPB 13:32 wib: Protes Kebanjiran, Warga Bojonegara Demo Blokir Jalan

Mandi Air Panas sambil Nikmati Pemandangan di Cisolong

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 6909 Pengunjung

Bantenku.com, PANDEGLANG- Provinsi Banten memiliki banyak tempat wisata alami dan buatan. Setidaknya yang sudah terkenal di mata masyarakat ada Pantai Anyer, Karang Bolong, hingga Tanjung Lesung.

Namun ada tempat wisata alternatif lainnya guna relaksasi tubuh sekaligus pengobatan alami, yakni Pemandian Air Panas Cisolong. Lokasinya berada di  Kampung Cisolong, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang ini selalu dipenuhi pengunjung tiap akhir pekan.

“Ramainya dari sore jam empat sampe jam sembilan malem. Bukanya 24 jam,” kata salah satu pengurus pemandian air panas, Bedi (31), Kabupaten Pandeglang, Minggu (12/4/2015). Di pemandian Air Panas Cisolong ini, pengunjung bisa menikmati relaksasi air panas alami sembari menikmati angin sepoy-sepoy yang bertiup dari pohon rambutan, kecapi, durian, hingga pohon bambu.

Tak hanya tubuh yang dapat merasakan relaksasi, mata dan pikiran pun akan terasa damai dengan menikmati pemandangan pematang sawah yang melingkupi sekita area pemandian air panas ini. Bahkan pemandangan hijau dan tingginya Gunung Karang yang merupakan gunung tertinggi di Banten dapat dinikmati dari tempat ini.

Dibuka sejak tahun 2008. Airnya dari sumber mata air panas di Gunung Karang.  Ada tiga kolam pemandian. Yang paling panas 70 derajat dan tidak bisa dipakai untuk berenang,” terang Bedi. Guna sampai ke lokasi pemandian, pengunjung harus terlebih dahulu berjalan kaki dari tempat parkir sejauh 100 meter. Pengunjung akan disambut oleh kolam ikan dan sejuknya udara segar khas Kabupaten Pandeglang yang masih memiliki hutan dan banyak pepohonan.(Dhee)



KOMENTAR DISQUS :

Top