Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong

Publisher: Admin Web Dibaca: 413 Pengunjung

Bantenku - Lebak. Ribuan masyarakat adat Kasepuhan Guradog turun ke sawah untuk ‘ngarengkong’ minggu (05/05/19). Kegiatan yang merupakan suatu ritual mengangkut padi dari sawah untuk dipindahkan ke lumbung padi yang bisa disebut leuit. Diiringi berbagai macam bunyi-bunyian dan tarian lokal, masyarakat nampak antusias membawa padi dari sawah yang berjarak kurang lebih 1 km dari perkampungan.

Menurut Kasepuhan Adat Guradog Abah Ono, ritual ‘ngunjal pare ti sawah’ merupakan budaya yang sudah dilaksanakn secara turun temurun di wilayah kasepuhan Guradog. Yang merupakan sukuran atas hasil panen masyarakat kami.

Abah Ono mengatakan"  Tahun ini panen yang dilakanakan oleh masryarakat kasepuhan diwilayahnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini mencapai 10 ton dari 1 hektar sawah yang terletak diblok seuseupan" ungkap Abah Ono. 

Sementara itu Wakil Bupati Lebak selaku Putra Adat Kasepuhan Guradog H. Ade Sumardi mengatakan" Ritual tahunan yang dilaksanakan hari ini lebih meriah, saya berharap ritual adat yang sudah dilaksanakan berratus tahun lalu dapat terus dilestarikan oleh generasi sekarang" pinta Ade.

Masih kata Ade" Ribuan masyarakat di Guradong patuh dan memegang teguh  adat budaya maka dari itu antusias masyarakat Guradong sangat tinggi untuk ikut serta  ritual ngarengkong. Padi yang dihasilkan dari ritual ngarengkong tidak boleh diperjual belikan, padi tersebut disimpan di lumbung padi untuk cadangan atau untuk dipakai ketika ada acara  acara adat di desa Guradog" Pungkas Ade.

Ditambahkan Kabid Destinasi Dinas Parawisata Lebak, Darman mengatakan" Ritual yang digelar tiap tahun oleh masyarakat kasepuhan dapat dimasukan kedalam kalender even wisata, menurutnya hal itu akan menjadi daya tarik baik wisatawan domestic maupun wisatawan asing.

“Diharapkan kedepannya menjadi event tahunan untuk peningkatan destinasi wisata, ritual ngarengkong ini akan dimasukkan dikalender wisata. karena budaya ngarengkong ini salah satu ritual yang sangat unik dan menarik” kata Darman.(Gus.Hin.Red).

KOMENTAR DISQUS :

Top