Selasa, 19 Oktober 2021 |
18:03 wib: Utamakan Pelayanan, Jasa Raharja Banten Data Korban Laka Bus di Tol Tangerang Merak 22:43 wib: RSUD Banten Luncurkan KateterisasiJantung 22:06 wib: Jasa Raharja Cabang Banten Gandeng Kampus Untirta, Gagas Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan 18:03 wib: Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021 07:49 wib: Dibuka Wagub Andika, Banten Golf Open Tournament 2021 Diikuti Peserta Pro & Amatir 10:34 wib: Bupati Serang Beri Penghargaan untuk Atlet PON Berprestasi 17:29 wib: Tantangan Semakin Kuat, Kemajuan Kabupaten Serang Diapresiasi 07:57 wib: Gebyar HUT Kabupaten Serang Banjir Bantuan 22:02 wib: Lakukan Pembinaan, Kini Tingkat Kehadiran Pegawai Non-ASN di Setwan Banten Naik Signifikan 21:33 wib: Sekretariat DPRD Banten Klaim Sukses Adakan Vaksinasi Setelah Sasar 2.230 Orang

Hati-hati, Beredar Black Opal Aspal di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 21924 Pengunjung

Bantenku.com, LEBAK - Batu akik Kalimaya, khususnya jenis Black Opal (BO), tampaknya memang memiliki daya tarik tersendiri. Harganya yang selangit, tidak menjadi masalah bagi para penggemar batu akik untuk memilikinya.

Namun, penggemar batu akik saat ini dituntut waspada, karena disinyalir beredar BO asli tapi palsu (aspal). Menurut Fuad Lutfi (26), salah satu pengrajin batu Kalimaya, diperlukan ketelitian dari pembeli, dan kejujuran si penjual.

"Pembeli jangan terkecoh dengan harga. Yang mahal belum tentu berkualitas, yang murah belum tentu murahan. Jadi ketelitian pembeli dan kejujuran pedagang menjadi faktor untuk mendapatkan Kalimya yang terbaik," kata Fuad, saat ditemui di kediamannya di Warung Gunung, Kabupten Lebak, Jumat (15/5/2015).

Beredarnya BO aspal, menurut Fuad yang sudah menggeluti profesi tersebut sejak 2012, dapat merugikan penambang, bahkan merusak citra Kalimaya yang telah mendunia. Terlebih bagi penggemar batu akik Kalimaya yang baru terjun, akan sangat sulit membedakannya.

"Yang bisa membedakan secara fisik Kalimaya yang mudah pacah dan yang tidak (mudah pecah) memang sulit. Yang jelas kita harus memahami batu kalimaya. Minimal tanya ke penjual batu. Kalimaya yang dijualnya merupakan kalimaya dari galian (tambang) asal mana. Karena yang bisa membedakan kekerasan batu itu pedagangnya sendiri," terangnya.

Fuad menyarankan agar pembeli batu akik Kalimaya yang sudah jadi, dan bukan yang berasal dari bahan (bongkahan).

"Jangan beli langsung dari penambang, bahan baku belum tentu bagus. Lebih baik beli jadinya yang sudah dibentuk,\" tegas Fuad yang pernah menjual BO seharga Rp250 juta per buah itu.

Seperti diketahui, batu akik Kalimaya masuk dalam 10 jajaran batu mulia termahal di dunia yang setara dengan Beryl Emerald, Blue Garnet, dan Jadeite. Bahkan batu akik asal Kabupaten Lebak mampu menembus hingga US$2.500 per karat. (WAN)


KOMENTAR DISQUS :

Top