Senin, 30 Maret 2020 |
15:09 wib: Dalam Sepekan, Sejumlah 2.845 orang Kumpulan Massa di Bubarkan Oleh Polda Banten 10:42 wib: Video Mesum Pramugari Beredar, Pemeran dan Penyebar Saling Lapor Polisi 16:14 wib: Update Jumlah Pasien Covid- 19 RSUD Banten 13:47 wib: Satu Dusun di Purbalingga Local Lockdown", Warga Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 per Hari 12:10 wib: Muspika Tigaraksa,Bubarkan Kerumunan Warga di Pasar Rakyat* 08:36 wib: Cegah COVID-19, Tim Gabungan Bubarkan Kerumunan Massa di Kawasan Industri Cikande 08:00 wib: Polsek Cikande Makin Gencar Sosialisasi Virus Corona 07:44 wib: Antisipasi Covid-19, Biddokes Polda Banten Sosialisasi Pencegahan Dan Deteksi Dini di Rumah Sakit Bhayangkara 00:51 wib: Pilar Targetkan Tangsel Jadi Kota Ternyaman di Asia Tenggara 23:56 wib: Semprotkan Desinfektan, 1.402 Personil Tagana Banten Siaga Bantu Pemerintah

Hati-hati, Beredar Black Opal Aspal di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 18214 Pengunjung

Bantenku.com, LEBAK - Batu akik Kalimaya, khususnya jenis Black Opal (BO), tampaknya memang memiliki daya tarik tersendiri. Harganya yang selangit, tidak menjadi masalah bagi para penggemar batu akik untuk memilikinya.

Namun, penggemar batu akik saat ini dituntut waspada, karena disinyalir beredar BO asli tapi palsu (aspal). Menurut Fuad Lutfi (26), salah satu pengrajin batu Kalimaya, diperlukan ketelitian dari pembeli, dan kejujuran si penjual.

"Pembeli jangan terkecoh dengan harga. Yang mahal belum tentu berkualitas, yang murah belum tentu murahan. Jadi ketelitian pembeli dan kejujuran pedagang menjadi faktor untuk mendapatkan Kalimya yang terbaik," kata Fuad, saat ditemui di kediamannya di Warung Gunung, Kabupten Lebak, Jumat (15/5/2015).

Beredarnya BO aspal, menurut Fuad yang sudah menggeluti profesi tersebut sejak 2012, dapat merugikan penambang, bahkan merusak citra Kalimaya yang telah mendunia. Terlebih bagi penggemar batu akik Kalimaya yang baru terjun, akan sangat sulit membedakannya.

"Yang bisa membedakan secara fisik Kalimaya yang mudah pacah dan yang tidak (mudah pecah) memang sulit. Yang jelas kita harus memahami batu kalimaya. Minimal tanya ke penjual batu. Kalimaya yang dijualnya merupakan kalimaya dari galian (tambang) asal mana. Karena yang bisa membedakan kekerasan batu itu pedagangnya sendiri," terangnya.

Fuad menyarankan agar pembeli batu akik Kalimaya yang sudah jadi, dan bukan yang berasal dari bahan (bongkahan).

"Jangan beli langsung dari penambang, bahan baku belum tentu bagus. Lebih baik beli jadinya yang sudah dibentuk,\" tegas Fuad yang pernah menjual BO seharga Rp250 juta per buah itu.

Seperti diketahui, batu akik Kalimaya masuk dalam 10 jajaran batu mulia termahal di dunia yang setara dengan Beryl Emerald, Blue Garnet, dan Jadeite. Bahkan batu akik asal Kabupaten Lebak mampu menembus hingga US$2.500 per karat. (WAN)


KOMENTAR DISQUS :

Top