Senin, 13 Juli 2020 |
16:37 wib: Personel Polres Serang Melakukan Pengamanan Pembagian BTS Kepada Masyarakat 07:44 wib: BST Tahap 3 Desa Waringin Kecamatan Mancak Mulai di Bagikan Di Kantor Desa 20:05 wib: Pendukung Masih Yakin Masduki Jadi Cabup 18:26 wib: Warga Korban Banjir Bandang dan Longsor datangi Sekretariat PWI, membuat PWI Lebak Prihatin 14:16 wib: Walikota Serang Syafrudin Hadiri Pelepasan Kepala Pengadilan Agama Serang 11:18 wib: Ditengah Pandemi Covid-19, Polda Banten Terus Bagikan Sembako Kepada Masyarakat 11:13 wib: Pemkab Serang Perbaiki 9.198 RTLH, Tersisa 4.451 RTLH 19:42 wib: Wali Kota Serang Hadiri Simulasi Wedding New Normal Yang Diadakan Oleh Aspedi Banten 19:05 wib: PT Nikomas Gemilang Mengadakan CSR Donasi Sembako dan Masker untuk Masyarakat Lansia di Ds Tambak & Ds Cijeruk 16:49 wib: Dinsos Dinilai Nodai Program Unggulan Bupati Lebak yaitu Lebak Sejahtera

Hati-hati, Beredar Black Opal Aspal di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 18991 Pengunjung

Bantenku.com, LEBAK - Batu akik Kalimaya, khususnya jenis Black Opal (BO), tampaknya memang memiliki daya tarik tersendiri. Harganya yang selangit, tidak menjadi masalah bagi para penggemar batu akik untuk memilikinya.

Namun, penggemar batu akik saat ini dituntut waspada, karena disinyalir beredar BO asli tapi palsu (aspal). Menurut Fuad Lutfi (26), salah satu pengrajin batu Kalimaya, diperlukan ketelitian dari pembeli, dan kejujuran si penjual.

"Pembeli jangan terkecoh dengan harga. Yang mahal belum tentu berkualitas, yang murah belum tentu murahan. Jadi ketelitian pembeli dan kejujuran pedagang menjadi faktor untuk mendapatkan Kalimya yang terbaik," kata Fuad, saat ditemui di kediamannya di Warung Gunung, Kabupten Lebak, Jumat (15/5/2015).

Beredarnya BO aspal, menurut Fuad yang sudah menggeluti profesi tersebut sejak 2012, dapat merugikan penambang, bahkan merusak citra Kalimaya yang telah mendunia. Terlebih bagi penggemar batu akik Kalimaya yang baru terjun, akan sangat sulit membedakannya.

"Yang bisa membedakan secara fisik Kalimaya yang mudah pacah dan yang tidak (mudah pecah) memang sulit. Yang jelas kita harus memahami batu kalimaya. Minimal tanya ke penjual batu. Kalimaya yang dijualnya merupakan kalimaya dari galian (tambang) asal mana. Karena yang bisa membedakan kekerasan batu itu pedagangnya sendiri," terangnya.

Fuad menyarankan agar pembeli batu akik Kalimaya yang sudah jadi, dan bukan yang berasal dari bahan (bongkahan).

"Jangan beli langsung dari penambang, bahan baku belum tentu bagus. Lebih baik beli jadinya yang sudah dibentuk,\" tegas Fuad yang pernah menjual BO seharga Rp250 juta per buah itu.

Seperti diketahui, batu akik Kalimaya masuk dalam 10 jajaran batu mulia termahal di dunia yang setara dengan Beryl Emerald, Blue Garnet, dan Jadeite. Bahkan batu akik asal Kabupaten Lebak mampu menembus hingga US$2.500 per karat. (WAN)


KOMENTAR DISQUS :

Top