Selasa, 20 April 2021 |
12:26 wib: Cegah Aksi Tawuran di Bulan Ramadhan, Polda Banten Rutin Lakukan Patroli 20:46 wib: Tatu-Emil Jalin Kerja Sama Bidang Pangan 16:30 wib: Unit Reskrim Polsek pulomerak bergerak cepat tangkap pelaku Pencurian 18:27 wib: Pemkab Serang Awasi Keberadaan Warga Negara Asing 14:53 wib: Bupati Serang Ajak Komunitas Mobil Promosikan Objek Wisata di Medsos 14:10 wib: Dibulan Puasa Ramadhan, Kemenag Banten Minta Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid 17:36 wib: P2WKSS, Pemkab Serang Fokus Tangani Dua Desa di Padarincang 17:27 wib: KLHK: PLTU Jawa 9&10 Bija Jadi Role Model Pembangkit Ramah Lingkungan 17:17 wib: Wali Kota Serang Hadiri Launching Pembayaran SPPT-PBB Dengan Sampah Anorganik 16:19 wib: PMI Banten Apresiasi Pendonor Darah Sukarela

Hasil KLB DItolak Kemenkumham , Kader dan Pengurus Demokrat Kota Serang Sujud Syukur dan Cukur Rambut

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 154 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Serang melakukan aksi sujud syukur dan mencukur rambut. Aksi itu dilakukan menyusul ditolaknya hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Ketua DPC kota Serang, Amanudin Toha mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan seluruh kader partai demokrat yang ada di seluruh Indonesia.

“Kami dari kota Serang sangat mengapresiasi semua kader demokrat yang tetap solid bersama kepengurusan yang sah,” kata  Toha Rabu (31/3/2021).

Dirinya menegaskan, Demokrat kota Serang dari awal tetap solid dan siap menjadi garda terdepan jika ada yang ingin merebut partai berlambang mercy itu.

“Dari awal kami solid, kamu tunduk dan patuh terhadap kepemimpinan demokrat yang sah. Kami siap melawan dan menjadi garda terdepan jika ada yang berusaha menghancurkan partai demokrat,” tegasnya.

Amanudin juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat. Ia menilai, apa yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kemenkumham sesuai dengan aturan yang ada.

“Bagi saya sih sederhana, ketika hukum selalu jadi referensi utama dalam menentukan berbagai macam hal. Di Negera hukum, hukum itu panglima. Ketika hukum jadi panglima, maka keadilan menjelam, maka kerukunan dan stabilitas juga terjaga. Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah,” ujarnya

Sebagai informasi, hasil KLB Demokrat yang di inisiasi Jhony Allen Marbun CS yang menetapkan Kepala Staff Presiden (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum. KLB itu sendiri mendapat tentangan dari pengurus pusat Demokrat yang di komandoi AHY, dan menilai jika kegiatan tersebut abal-abal alias tidak sah.


[Herdi/Red]


KOMENTAR DISQUS :

Top