Selasa, 19 Oktober 2021 |
18:03 wib: Utamakan Pelayanan, Jasa Raharja Banten Data Korban Laka Bus di Tol Tangerang Merak 22:43 wib: RSUD Banten Luncurkan KateterisasiJantung 22:06 wib: Jasa Raharja Cabang Banten Gandeng Kampus Untirta, Gagas Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan 18:03 wib: Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021 07:49 wib: Dibuka Wagub Andika, Banten Golf Open Tournament 2021 Diikuti Peserta Pro & Amatir 10:34 wib: Bupati Serang Beri Penghargaan untuk Atlet PON Berprestasi 17:29 wib: Tantangan Semakin Kuat, Kemajuan Kabupaten Serang Diapresiasi 07:57 wib: Gebyar HUT Kabupaten Serang Banjir Bantuan 22:02 wib: Lakukan Pembinaan, Kini Tingkat Kehadiran Pegawai Non-ASN di Setwan Banten Naik Signifikan 21:33 wib: Sekretariat DPRD Banten Klaim Sukses Adakan Vaksinasi Setelah Sasar 2.230 Orang

Hari Jadi Provinsi Banten Ke 21 Tahun, Anggota DPRD Banten Mendorong Membangun Monumen Perjuangan

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 182 Pengunjung

BantenKU, SERANG - Anggota DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan menilai, Provinsi Banten sudah seharusnya memiliki monumen perjuangan. Keberadaan monumen perjuangan Provinsi Banten akan menjadi pengingat tentang sejarah berdirinya Provinsi Banten.

Selain itu, monument perjuangan Provinsi Banten juga menjadi penting untuk mengetahui tokoh-tokoh yang terlibat dan berjuang dalam pembentukan Provinsi Banten.

Fitron mengatakan monumen perjuangan Provinsi Banten yang diusulkan pendiri provinsi dalam sambutan HUT Banten menjadi sesuatu yang penting.

“Kita sadari di usia ke-21 tahun ini tokoh-tokoh muda yang dulu berjuang kini juga sudah terlihat tua. Dan yang dulu tokoh-tokoh senior ternyata sudah banyak yang meninggal. Lihat saja hari ini, dalam ruang paripurna sudah banyak yang makin sepuh,” kata Fitron.

Tanpa ada perjuangan mereka, kata politisi Golkar ini, tidak ada 21 tahun Provinsi Banten.

Monumen ini, lanjutnya, tidak boleh terlambat. Sebab menurutnya jika tidak dikembangkan sekarang bisa menjadi historis.

“Makin lama makin sedikit mereka yang dulu terlibat dalam pembentukan Provinsi Banten,” ucapnya.

Menurutnya, bangsa yang tidak menghargai sejarah akan terasing karena kehilangan jati diri.

“Pencatatan pengkodifikasian proses sejarah bisa salah dijelaskan jika tidak disertai mereka yang terlibat,” tutur Sekretaris Komisi V DPRD Banten ini.

Dia mengungkapkan, ada banyak cara dalam membangun monumen tersebut. Kata dia, monumen fisik saja tidak cukup.

“Bentuknya bisa diorama juga. Sehingga bentuk-bentuk warisan digital yang telah diolah dan dimoderenisasi secara visual akan lebih menarik dan sistematis. Sekarang saatnya, meski terlambat tapi sudah seharusnya,” ucapnya.

(ADV)

KOMENTAR DISQUS :

Top