Senin, 18 November 2019 |
13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten 23:35 wib: Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan

Golkar Singgung "Gerakan Merah" di Setiap Kegiatan SKPD‎ di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2415 Pengunjung
Foto: Suasana sidang paripurna, Selasa (30/03)

Bantenku.com, SERANG - Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRD Banten Tahun sidang 2015-2016 diwarnai Interupsi. Interupsi yang disampaikan Anggota Fraksi Golkar DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan itu menysinyalir adanya "gerakan merah" yang dilakukan SKPD-SKPD di lingkup Pemprov Banten dalam kegiatannya.

Selain itu, ia juga mengkritisi soal logo Banten yang ‎salah di beberapa billboard di Kota Serang.

"Kami ingin menyampaikan adanya gerakan merah di semua SKPD. Ini sebenarnya hal lazim.‎ Tapi saya melihat seringkali kegiatan-kegiatan SKPD menggunakan warna merah," kata Fitron, sesaat setelah pimpinan sidang mengetuk palu tanda sidang dimulai.

Dalam interupsinya ia meminta Sekda Banten Ranta Soeharta untuk mengontrol dan mengawasi terkait penggunaan warna tersebut.

"Kami menyarankan sekda untuk membuat regulasi shingega setiap penggunaan warna merah harus terkontrol dan diawasi," katanya.

Meski demikian, Fitron tak menyebut mengenai penggunaan warna merah tersebut, apakah terkait salah satu warna yang didentik dengan sebuah parpol atau lainnya.

Ia juga mengkritik keras mengenai pengenaan logo Banten di beberapa billboard.

"Berubahnya warna logo Banten dari salah satu SKPD yang memasang billboard. Kami sangat yakin posisinya itu tidak sengaja, namun karena human error. Tapi‎ jelas ini preseden buruk," kata Fitron.

Ia menjelaskan, aturan soal logo tersebut tercantum dalam perda Nomor 10 tahun 2002 tentang lambang daerah.

"Namun penggunaan lambang tidak sesuai itu. Kami tidak memprsoalkan ini pada pidananya, namun mengenai pengawasannya. Maka kami menyampaikan kepada sekda agar berupaya melakukan pengontrolan dan pemantauan," katanya.(mahesa)



KOMENTAR DISQUS :

Top