Sabtu, 06 Juni 2020 |
21:18 wib: Jelang New Normal Kapolda Banten Bersama Danrem 064/MY Tinjau Pusat Perbelanjaan Kota Serang 20:48 wib: Sembilan Kali, Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK 20:36 wib: Tinjau Bapenda, Bupati Serang Intruksikan OPD Jalankan New Normal 17:47 wib: Kodim 0603 Lebak Bagikan Ratusan Paket Sembako 08:24 wib: Jelang "New Normal", Cabai Merah Kriting Jateng Kembali Gencar Pasok Sumatera 18:35 wib: Warga Sukamurni Kecamatan Balaraja Mulai Terima Penyaluran BST APBD Kabupaten 08:02 wib: Brantas Minta Bupati Lebak Untuk Mengkaji Kembali atau Mencopot Kabid SDA PUPR 06:53 wib: Brantas Berharap Tipikor Polres Lebak Secepatnya Melayangkan SPDP Perihal PUPR yang di Laporkan LSM Bentar 06:44 wib: Personel Polres Cilegon Berikan Bantuan Sembako Kepada Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh 20:53 wib: LSM Bentar Laporkan Kabid SDA PUPR Kab.Lebak ke Tipikor Polres Lebak

Golkar Singgung "Gerakan Merah" di Setiap Kegiatan SKPD‎ di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2765 Pengunjung
Foto: Suasana sidang paripurna, Selasa (30/03)

Bantenku.com, SERANG - Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRD Banten Tahun sidang 2015-2016 diwarnai Interupsi. Interupsi yang disampaikan Anggota Fraksi Golkar DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan itu menysinyalir adanya "gerakan merah" yang dilakukan SKPD-SKPD di lingkup Pemprov Banten dalam kegiatannya.

Selain itu, ia juga mengkritisi soal logo Banten yang ‎salah di beberapa billboard di Kota Serang.

"Kami ingin menyampaikan adanya gerakan merah di semua SKPD. Ini sebenarnya hal lazim.‎ Tapi saya melihat seringkali kegiatan-kegiatan SKPD menggunakan warna merah," kata Fitron, sesaat setelah pimpinan sidang mengetuk palu tanda sidang dimulai.

Dalam interupsinya ia meminta Sekda Banten Ranta Soeharta untuk mengontrol dan mengawasi terkait penggunaan warna tersebut.

"Kami menyarankan sekda untuk membuat regulasi shingega setiap penggunaan warna merah harus terkontrol dan diawasi," katanya.

Meski demikian, Fitron tak menyebut mengenai penggunaan warna merah tersebut, apakah terkait salah satu warna yang didentik dengan sebuah parpol atau lainnya.

Ia juga mengkritik keras mengenai pengenaan logo Banten di beberapa billboard.

"Berubahnya warna logo Banten dari salah satu SKPD yang memasang billboard. Kami sangat yakin posisinya itu tidak sengaja, namun karena human error. Tapi‎ jelas ini preseden buruk," kata Fitron.

Ia menjelaskan, aturan soal logo tersebut tercantum dalam perda Nomor 10 tahun 2002 tentang lambang daerah.

"Namun penggunaan lambang tidak sesuai itu. Kami tidak memprsoalkan ini pada pidananya, namun mengenai pengawasannya. Maka kami menyampaikan kepada sekda agar berupaya melakukan pengontrolan dan pemantauan," katanya.(mahesa)



KOMENTAR DISQUS :

Top