Kamis, 16 Juli 2020 |
20:42 wib: Satgas Aman Nusa II Polda Banten, Tinjau Pelaksanaan Test Swab Massal Dalam Bakti Sosial dan Kesehatan 14:42 wib: Lantik 201 Pejabat Esselon III dan IV, Untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Kepada Masyarakat Lebak 08:51 wib: Tetap Tuntas 2021, Target Jalan Beton Terdampak Covid-19 08:47 wib: Kopsyah BMI Konsisten Bantu Pemkab Serang Perbaiki RTLH 20:58 wib: Puluhan Warga Binaan Lapas Serang Ikuti Perekaman E-KTP 14:06 wib: Polda Banten Gelar Tes Samjas Seleksi Penerimaan AKPOL Dan Tamtama Tahun 2020 21:52 wib: Jelang Pilkada Kabupaten Serang 2020, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikande Terima Perlengkapan Logistik PPDP Dan APD 16:37 wib: Personel Polres Serang Melakukan Pengamanan Pembagian BTS Kepada Masyarakat 07:44 wib: BST Tahap 3 Desa Waringin Kecamatan Mancak Mulai di Bagikan Di Kantor Desa 20:05 wib: Pendukung Masih Yakin Masduki Jadi Cabup

Duh ! Pencairan BST di Cikande Tanpa Physical Distancing

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 714 Pengunjung

Bantenku, CIKANDE- Pencairan bantuan sosial tunai (BST) di Kabupaten Serang yakni Di kecamatan Cikande dipadati warga hingga antrean mengular dan berdesakan tanpa physical distancing di tengah pandemi. 

Pencairan BST dipusatkan di gedung aula serba guna desa parigi kecamatan Cikande kabupaten Serang, ada empat desa yang di pusatkan di aula gedung serba guna ini yakni Desa Cikande, Desa Situterate, Desa Parigi, dan desa Songgom jaya, mengundang kerumunan massa,  warga yang ingin mencairkan dana antre berdesak desakan.

Pencairan dana BST dimulai pukul 10.00 Wib tersebut di jaga aparat  dari koramil 0219/ cikande dan polsek Cikande.

Karena banyaknya Penerima BST dibandingkan aparat yang berjaga, kerumunan tidak terhindarkan,
tanpa physical distancing warga seolah tidak peduli dengan pendemi covid 19 yang kini sedang mengancam kesehatannya apalagi masih banyak warga  tidak memakai masker.

Data yang diperoleh di lokasi bahwa sebanyak 554 Pkm (Penerima Keluarga manfaat)  yang menerima dana BST di empat desa, uang yang diterima sebesar 600.000 per keluarga.

Pantauan awak media, penerima BST dari 554 pkm  di dominasi kaum perempuan dan ibu ibu  berusia lanjut, seperti ibu murti (60) saat di tanya wartawan bahwa dirinya menunggu dari pagi baru menerima uang siang, " Ibu dari pagi dek, sekarang baru terima (siang-red), dapat 600.000  uangnya untuk biaya hidup ibu dek " ucap nya.

Pantauan awak media bahwa Teknis pemanggilan pencarian BST tersebut  berdasarkan nama desa, karena kurangnya koordinasi  hampir semua warga dilokasi semua  ingin cepat masuk Ke aula gedung padahal sudah dijadwalkan setiap desa, akhirnya kerumunan pun pecah.

Tampak petugas dari koramil Cikande  kewalahan membendung pintu masuk saat semua berebutan untuk bisa  masuk ke gedung, padahal namanya sudah terdata.

Untuk di dalam aula  gedung itu sendiri, sudah di terapkan protokol pencegahan covid 19 , hanya di luar gedungnya saja yang kurang  kordinasi hingga warga berdesak desakan.

Acara berlangsung dengan aman tanpa ada insiden berarti namun sebagai catatan di saat pendemi covid 19, harus adanya koordinasi yang matang hingga kerumunan terhindar sesuai maklumat kapolri yang kini sedang diberlakukan.

(A.Sayuti/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top