Senin, 20 Januari 2020 |
20:13 wib: Bertahun tahun Tidak Diperhatikan Pemkab Warga Malang nengah Kerja Bakti 08:40 wib: Walikota Serang Cek Kondisi Jalan Rusak di Kecamatan Curug 12:24 wib: Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bojonegara, Pemkab Serang Segera Panggil Penambang 11:51 wib: Kapolda Banten Prioritas Penanganan Tambang Emas Ilegal di Lebak 12:52 wib: Rumah Warga Ambruk, Dihantam Angin Kencang 12:00 wib: 13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten 20:46 wib: Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH 16:49 wib: Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah 14:53 wib: Brantas Kabupaten Serang Pertanyakan Kerja Dinas Kebersihan dan CSR Perusahaan 14:10 wib: Jembatan Suka Senang, Malingping Terbengkalai Dikritik Aktivis LPPB

Dua Pekan Operasi Patuh Digelar, Lantas Polres Serang Kota Jaring 1.434 Kendaraan

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 3983 Pengunjung
Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Serang Kota, AKP Rifki Septirian, S.IK,

SERANG,Bantenku.co.id,- Kesatuan Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota menggelar Operasi Patuh sejak 9-22 Mei 2017. Sepanjang dua pekan tersebut, didapati hasil berupa data pelanggaran Lalu Lintas (Lantas) dan kecelakaan (laka).

Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Serang Kota, AKP Rifki Septirian, S.IK, mengungkapkan, dari sekitar 25 kali giat operasi, pelanggaran yang paling banyak dilakukan adalah sanksi tilang yaitu sebanyak 1.434 unit. Untuk pelanggaran sepeda motor tercatat sebanyak 1.179 unit dari 14 item pelanggaran, meliputi pelanggaran batas kecepatan, tanpa helm, melawan arus, lampu lalu lintas, kelengkapan kendaraan, surat-surat dan lain-lain.

"Sementara untuk jenis pelanggaran mobil dan kendaraan khusus, ada sebanyak 253 unit dari 12 item pelanggaran," ujar Kasat Lantas Polres Serang Kota, AKP Rifki Septirian, S.IK, kepada Bantenku diruang kerjanya belum lama ini.

Selain sanksi tilang, polisi juga melakukan sanksi berupa teguran sebanyak 255 kasus. Sanksi teguran ini, diberikan untuk pelanggaran kendaraan tidak bermotor dan pejalan kaki. "Pelanggaran kendaraan tidak bermotor ini misalnya yang digerakkan oleh tenaga manusia atau hewan. Sedangkan bagi pejalan kaki, karena menyeberang tidak pada tempat yang ditentukan dan menggunakan bagian jalan yang tidak diperuntukkan," tutur AKP Rifki.

Dari Format laporan Operasi Patuh diketahui, ada sebanyak 1.179 unit sepeda motor, 146 unit mobil penumpang, 17 unit bus, 90 unit mobil barang dan dua unit kendaraan khusus yang terlibat pelanggaran. Barang bukti yang disita (GAR) berupa 144 Surat Ijin Mengemudi (SIM), 1.080 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan 210 unit kendaraan.

Pelanggar paling banyak merupakan karyawan/swasta yang mencapai 815 orang. Diikuti pelajar/mahasiswa 394 orang, pengemudi 118 orang, Aparatur Sipil Negara (ASN) 89 orang dan lain-lain dua orang dengan 44 SIM A, sebelas SIM A umum, tiga SIM B1, sebelas SIM B1 umum, empat SIM BII, enam SIM BII umum, 142 SIM C dan 1.213 tanpa SIM.

Di kategori usia, pelanggar kurang dari 15 tahun sebanyak 35 orang, 16-20 tahun 198 orang, 21-25 tahun 299 orang, 26-30 tahun 271 orang, 31-35 tahun 255 orang, 36-40 tahun 170 orang, 40-45 tahun 90 orang, 46-50 tahun 90 orang, 51-55 tahun 16 orang dan 56-61 tahun 10 orang.

Berdasarkan lokasi, semua jenis pelanggaran tilang diperoleh dari wilayah pemukiman, di jalan nasional dengan fungsi jalan merupakan jalan arteri.

Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas mencatat 13 kejadian dengan enam korban meninggal dunia, 13 korban luka ringan, tanpa adanya korban luka berat dan kerugian materiil mencapai Rp 4.3 Juta. Barang bukti yang disita berupa enam buah SIM, sebelas buah STNK dan 19 unit kendaraan.

Korban rata-rata berprofesi sebagai karyawan/swasta sebanyak 14 orang dan pelajar/mahasiswa sebanyak empat orang dengan kisaran usia 11-15 tahun satu orang, 16-20 tahun lima orang, 21-25 tahun tiga orang, 26-30 tahun empat orang, 31-35 tahun empat orang, 51-55 tahun satu orang dan lebih dari 60 tahun satu orang.

"Untuk jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan sebanyak 19 unit sepeda motor, satu unit mobil penumpang dan tiga unit mobil barang dengan dua orang pelaku karyawan/swasta dan satu orang pelajar/mahasiswa berusia 16 sampai 25 tahun," tutup Kasat Lantas. (Ari/red)

KOMENTAR DISQUS :

Top