Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

Dinsos Dinilai Nodai Program Unggulan Bupati Lebak yaitu Lebak Sejahtera

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 665 Pengunjung
Penyandang Disabilitas dan Aktivis Gruduk Kantor Dinsos Lebak

Bantenku, LEBAK, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak dinilai telah mencederai program Unggulan Bupati Lebak yaitu Lebak Sejahtera. Penilaian tersebut  dikarenakan, pihak Dinsos    telah gagal mengawal bantuan bagi Kaum Disabilitas, dimana bantuan tersebut  merupakan penjabaran dari  program andalan Bupati Lebak, yaitu program Lebak Sejahtera.  

Dengan di Geruduknya Kantor Dinas Sosial Kab.Lebak oleh sejumlah Orang Penyandang Disabilitas dan di dampingi oleh  Aktivis LSM peduli difabel diduga akibat adanya pemotongan dan dugaan penerima Fiktiv tersebut terkesan bahwa Dinas Sosial telah menciderai Program Unggulan Bupati Lebak Hj.iti Oktavia yaitu Lebak Sejahtera.

Nofi Agustina Aktivis Pemerhati Sosial yang turut mendampingi kaum disabilitas saat menggeruduk kantor Dinas Sosial mengatakan, program bantuan bagi penyandang Disabilitas  di Kabuaten Lebak disinyalir telah dipotong oleh oknum penyalur bantuan, yang semestinya anggaran sebesar Rp300 ribu/tahun namun tidak diberikan secara utuh kepada penerima katanya.

Penerima program bantuan Disabilitas sebanyak 4000 orang yang tersebar di Kabupaten Lebak patut diduga piktif penerimanya. Mengingat, data yang berada di data pokok pendidikan (Dapodik) pada Sekolah Khusus Negeri yang ada di Kabupaten Lebak hanya terdata sekitar 750 orang penyandang disabilitas, baik yang masih aktiv maupun yang sudah lulus ucap Nofi.

“Selain itu, setelah kami lakukan investigasi perihal, bantuan bagi penyandang Disabilitas, hampir lima puluh persen dipotong oleh oknum penyalur program", ketus Nofi

Kami meminta kepada pihak Dinas Sosial untuk melakukan  evaluasi terhadap program bantuan Disabilitas,  Bahkan kami berharap agar kaum Disabilitas yang berjumlah 750 orang yang datanya ada pada dirinya dapat dimasukan sebagai penerima bantuan Kaum Disabilitas pada tahun anggaran berikutnya, karena mereka ( penyandang disabilitas - red ), sangat layak menerima bantuan, dan kami nilai sejumlah 750 orang penyandang disabilitas yang kami pegang datanya sangat layak dan tepat sasaran paparnya.

Agustian aktivis Orator juru bicara lainnya mengatakan, kedatangannya  bersama 60 penyandang kaum Disabilitas merupakan sebuah bentuk keperdulian kepada kaum Difabel. Lantaran, hak hak mereka telah dirampas, dan di Sunat oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab katanya.

“Sepatutnya dalam setahun, penerima program seharusnya menerima bantuan sebesar Rp.300.000, namun mereka hanya menerima setengahnya saja", kata Agus.

Sementara itu menanggapi kedatangan puluhan kaum Disabilitas, Dinas Sosial Kabupaten Lebak melalui  Edy Murjianto, kepala bidang Perlindungan Jaminan Sosial  dan Data Informasi Sosial (Linjamsos) mengaku akan menerima aspirasi dari warga dan perwakilan penyandang Disabilitas.

“Kita tampung aspirasi atau masukan dari semuanya, kita akan laporkan kepada pimpinan", kata Edy. 

( Aswapi Aman - Red )

KOMENTAR DISQUS :

Top