Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Dihadiahi 2 Helai Serbet, Pegiat Seni Banten: Ini Pelecehan

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 364 Pengunjung
Seniman Banten menggelar berbagai pertunjukan di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang berada di KP3B, Curug, Kota Serang.

Bantenku, SERANG - Buntut dari dihadiahinya Noval, pemenang lomba membaca puisi dengan dua helai serbet. Para seniman Banten menggelar berbagai pertunjukan di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang berada di KP3B, Curug, Kota Serang.
 
Pertunjukan berupa pembacaan puisi, pertunjukan teatrikal dan performance art untuk mengkritisi apa yang dialami mahasiswa Universitas Bina Bangsa tersebut.
 
Salah seorang seniman Banten Purwo Rubiono mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Seharusnya, kata Purwo, Dindikbud Provinsi Banten mengharagai para seniman dan harus membangun kebudayaan.
 
"Aksi ini dilakukan untuk menunjukan bahwa kita perhatian, kita memberikan keritik, kita memberikan saran bahwa bagaimana seharusnya membangun kebudayaan itu, bagaimana seharusnya memajukan kebudayaan," kata Purwo kepada wartawan di lokasi, Kamis (3/5/2018).
 
Dia berharap, dengan aksi yang dilakukan oleh siniman Banten ini dapat memperbaiki dan benar-benar serius setiap menggelar kegiatan. Jangan sampai, ada pihak yang dilecehkan.
 
"Menurut teman-teman penyair, peristiwa lomba pembacaan puisi yang menghadiahkan serbet itu sebenarnya mereka juga merasa lucu tetapi merasa terhina, jadi ini pelecehan," ujarnya. (Dik/Red)
 
 


KOMENTAR DISQUS :

Top