Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten

Publisher: Admin Web Dibaca: 1477 Pengunjung

Bantenku - Lebak. Ombak Banten akan datangi Gedung Kantor Perumahan  dan Pemukiman ( Perkim) Provinsi Banten, Hal ini dikarenakan Adanya keterlambatan penyerahan aset berupa program  peningkatan kwalitas kawasan pemukiman kumuh dengan kegiatan pembangunan ruang terbuka publik (Taman Salahaur)dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas pemukiman rakyat dan kawasan pemukiman. Yang berlokasi di Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbirung, Kabupaten Lebak. Yang dikerjakan oleh PT. Ubu Karya, dengan anggaran Rp. 2,988,106,049.00.- dengan jangka waktu 90 hari kerja, yang diambil dari angharan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2018.

Reaksi keras ini disampaikan Jafar sodik ketua DPD Ombak Lebak pada Bantenku selasa (07/05/19).di rumahnya. menurutnya pembangunan tersebut harus sudah di serahkan kepada pemerintah Daerah( Pemda) Lebak" pembangunan ruang terbuka publik( Taman Salahaur). harusnya sudah diserahkan karena sesuai jangka waktu pembangunan yaitu pada tahun 2018 dan ini sudah bulan ke empat tahun 2019 jadi harusnya sudah bisa di nikmati oleh halayak umum masyarakat Lebak" unkap Jafar.

Lebih lanjut jafar mengatakan" kita akan pertanyakan ini pada pihak pihak yang bersngkutan, karena kita mencium adanya ketidak beresan pada proyek pembangunan tersebut" pungkas Jafar.

Ditemui di ruang kerjanya Kepala Bidang Aset BPKAD Dini mengatakan" kita bukannya menolak penyerahan aset tersebut, tapi setelah kita lihat ke lokasi ternyata ada poin poin yang harus di perbaiki dan dibenahi terlebih dahulu, salah satunya tanaman rumput yang terlihat sudah tak tetatur dan adanya bangunan kios yang sudah ada pengelolaannya" terang Dini.

Lebih lanjut Dini mengatakan" seharusnya pengeloaan itu Pemda Lebak yang atur, serahkan dulu aset tersebut baru bisa dikelola" pinta Dini.

Dari pantauan Bantenku dilokasi kegiatan terlihat pembangunan ruang terbuka publik (Taman Salahaur) sudah selesai dilaksanankan, namun terlihat pintu masuk masih tertutup dan terlihat tulisan permintaan maaf kalau  belum bisa di nikmati oleh umum"(Hin.Red).

KOMENTAR DISQUS :

Top