Jumat, 24 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

Diduga Jadi Korban Penganiyaan Karyawan PT Inti Everspring, Warga Kedung Soka Lapor Polisi

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 7924 Pengunjung

Bantenku, SERANG- Sungguh nahaas nasib yang harus dialami oleh Judin Warga Kedung Soka kecamatan Puloampel kabupaten Serang, Judin diduga menjadi korban penganiyaan setelah motor miliknya diserempet oleh mobil bus jemputan karyawan yang diduga milik PT Inti Everspring Indonesia, pada hari Senin(03/09/2018).

Menurut Judin perestiwa tersebut terjadi saat dirinya mengendarai motor arah pulang disekitar kawasan Pelabuhan Indah Kiat Merak, setelah diserempet dirinya terjatuh bukan ditolong Judin mengaku dipukuli oleh beberapa orang yang keluar dari dalam mobil bis karyawan tersebut.

“ Saya bingung, saya salah apa saya diserempet kok saya yang dipukulin sama orang-orang itu,” ujar Judin saat diwawancara Bantenku, Selasa(04/09).

Sementara itu Sahrani Alex yang merupakan salah satu kerabat korban mendesak kepada pihak kepolisian agar mengusut kasus penganiyaan tersebut, akibat perestiwa tersebut korban mengalami luka dan memar pada bagian muka.

“ Korban sudah melakukan visum, semoga pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini sampai tuntas” tegas Kang Alex.

Sementara itu, Brigadir Rifki anggota kepolisian dari Polsek Puloampel membenarkan adanya perestiwa penganiyaan tersebut dan berjanji akan  memproses laporan korban  dalam waktu dekat ini.

“ Apapun alasannya, tindakan penganiyaan tidak dibenarkan,” tutup Rifki.(Sahlani/Red)


KOMENTAR DISQUS :

Top