Sabtu, 17 Agustus 2019 |
10:48 wib: Badak Banten Apresiasi Respon Bupati Lebak menurunkan Lampion 10:18 wib: Ketua Brantas Lebak Tuding Lemahnya Pengawasan Pada Program Kotaku Jadi Biang Permasalahan 09:45 wib: Puskesmas Puloampel Semarakan Perayaan HUT Kemerdekaan Ke 74 18:25 wib: Ormas Brantas Lebak Dorong Kejari Selidik Program Kotaku Di MC Barat 19:21 wib: Warga Carenang Desak Pemerintah Bantu Pemulangan Anaknya di Timur tengah 15:51 wib: Kapolda Banten : Idul Adha Momentum Berbagi dengan Sesama 16:26 wib: PT Andalan Finance Pastikan Sesuai SOP Saat Tarik Kendaraan 08:07 wib: Ormas Brantas Lebak : Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Pada Program Kotaku Diduga Tidak Sah 07:57 wib: KSOP Banten Terapkan Sistem Inaportnet TUKS di Banten 16:36 wib: Wakil Bupati Lebak Hadiri Audiensi Calon Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih

Diduga Jadi Korban Penganiyaan Karyawan PT Inti Everspring, Warga Kedung Soka Lapor Polisi

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 8806 Pengunjung

Bantenku, SERANG- Sungguh nahaas nasib yang harus dialami oleh Judin Warga Kedung Soka kecamatan Puloampel kabupaten Serang, Judin diduga menjadi korban penganiyaan setelah motor miliknya diserempet oleh mobil bus jemputan karyawan yang diduga milik PT Inti Everspring Indonesia, pada hari Senin(03/09/2018).

Menurut Judin perestiwa tersebut terjadi saat dirinya mengendarai motor arah pulang disekitar kawasan Pelabuhan Indah Kiat Merak, setelah diserempet dirinya terjatuh bukan ditolong Judin mengaku dipukuli oleh beberapa orang yang keluar dari dalam mobil bis karyawan tersebut.

“ Saya bingung, saya salah apa saya diserempet kok saya yang dipukulin sama orang-orang itu,” ujar Judin saat diwawancara Bantenku, Selasa(04/09).

Sementara itu Sahrani Alex yang merupakan salah satu kerabat korban mendesak kepada pihak kepolisian agar mengusut kasus penganiyaan tersebut, akibat perestiwa tersebut korban mengalami luka dan memar pada bagian muka.

“ Korban sudah melakukan visum, semoga pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini sampai tuntas” tegas Kang Alex.

Sementara itu, Brigadir Rifki anggota kepolisian dari Polsek Puloampel membenarkan adanya perestiwa penganiyaan tersebut dan berjanji akan  memproses laporan korban  dalam waktu dekat ini.

“ Apapun alasannya, tindakan penganiyaan tidak dibenarkan,” tutup Rifki.(Sahlani/Red)


KOMENTAR DISQUS :

Top