Selasa, 19 November 2019 |
13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten 23:35 wib: Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan

Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2562 Pengunjung

Bantenku, SERANG- Aktifis lingkungan Brantas kecamatan Bojonegara kabupaten Serang Banten meminta kepada aparat penegak hukum dan Dinas Lingkungan hidup Banten menindak tegas aktifitas pemotongan kapal yang diduga tidak memiliki izin yang berlangsung disejumlah titik lokasi di kawasan Bojonegara kabupaten Serang Banten.

Mujib Aktifis Brantas, Kamis(31/10/2019) menjelaskan selama sepekan terakhir, aktivitas scrapping kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua) tengah berlangsung di Desa Argawana kecamatan Bojonegara, diduga aktivitas tersebut ilegal lantaran tidak mengantongi ijin.

Informasi yang berhasil dihimpun kapal yang dipotong posisi ditengah laut atau disekitaran perairan jeti maritim.

Pantauan dilapangan beberapa tubuh kapal sudah terlihat di lokasi, Jika memang terbukti tidak berizin maka aktivitas pemotongan kapal itu harus segera dihentikan.

" Kami sudah mengumpulkan beberapa bukti dokumentasi aktifitas tersebut, khawatir ditemukan adanya pencemaran," tutup Mujib.(Sahlani/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top