Kamis, 09 April 2020 |
18:15 wib: Infasing dan Serifikasi Belum Cair Akibat Data yang di Verval oleh Setiap Guru Terlambat 06:56 wib: Facebook Rilis Produk Baru, Tuned Aplikasi Chatting Khusus Pasangan 19:06 wib: Mentan Syahrul Cek Stok Pabrik Gula di Cilegon, 250 Ribu Ton Siap Di Pasaran 16:28 wib: PWI bekerjasama Dengan PT. Cahaya Technologi Unggas Bantu Masyarakat 16:12 wib: Terpeleset Santri Asal Kresek Tewas Di Kali Cidurian Kronjo 12:21 wib: Ratusan Guru Madrasah Non PNS Lebak Keluhkan Dana Sertifikasi dan Infasing Belum Turun 11:11 wib: Operasi Kalimaya 2020, Satlantas Polres Lebak Bagikan Masker Gratis 23:38 wib: Polda Banten Pasang Spanduk dan Baleho Himbauan Masyarakat Untuk Tidak Mudik Lebaran 23:04 wib: Belasan Wartawan Kota Serang Ikuti Rapid Test, Putus Rantai Virus Corona 22:55 wib: Polsek Cikande Amankan Pelaku Penusukan Karyawan Pabrik PT Nikomas

Diduga Ada Pungli Pada Kegiatan UNBK Di Sekolah SMPN 3 Cimarga Kabupaten Lebak

Publisher: Admin Web Dibaca: 3304 Pengunjung

Bantenku - Lebak, Adanya alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), baik Sekolah Dasar (SD) maupun pada Sekolah Menengah Pertama (SMP), Setiap tahunnya begitu besar,  akan tetapi masih saja ada oknum Kepala Sekolah melakukan pungutan liar (pungli), dan ini sangat mencoreng juga menjadi penghambat pada dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Lebak,

Aksi pungli ini dilakukan dengan modus untuk biaya,UNBK/UNKP dan lain lainnya, ini jelas sudah merupakan pelanggaran yang di lakukan oleh Kepala Sekolah, padahal Pemerintah sudah menggratiskan segala kegiatan belajar mengajar di Sekolah, pungli yang di lakukan oleh oknum Kepala Sekolah ini diduga di lakukan setiap tahunnya pada kegiatan yang sama, salah satunya yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN)3 Cimarga yang di duga. memungut dana sebesar Rp.340.000 yang menurut informasi Rp, 190,000 untuk kegiatan UNBK dan selebihnya untuk acara pelepasan.dan juga adanya permintaan pembelian buku  LKS setiap semester sebesar Rp.80.000 per siswa.

Di temui Kepala Sekolah SMPN 3 Cimarga Agus menyangkal dugaan tersebut" Mengenau UNBK. Sama sekali tidak memungut Biaya dari orang tua wali murid, tapi kalau untuk acara pelepasan memang ada dan itu di pasilitasi oleh Komite Sekolah. Sekali lagi saya tegaskan untuk ujian di sekolah ini tidak memungut biaya. Tandas Agus.

Lebih jauh Agus menerangkan" silahkan tanya aja sama siswa. Padahal untukpenyediaan kendaraan (mobil) tidak memungut ke siswa, dan untuk pemakaian gedung di SMK pun tidak di bayar. Jadi intinya orang tua tersebut salah judul. Sumbangan saja disebut pungutan, padahal itu hasil hasil musyawarah yang akan mengadakan acara perlepasan. Adapun mengenai biaya tersebut untuk kebutuhan siswa juga. Seperti, yenda, komsumsi, pemotretan, sampul, dan kalau ada orangtua siswa yang tidak mampu bayar, tinggal ngomong aja ke saya" pintanya.

Ditempat terpisah Omay selaku ketua Komite Sekolah SMP3 Cimarga mengatakan" memang benar waktu itu saya mengundang rapat untuk musyawarah mengenai biaya acara pelepasan. Dan setelah itu Kepala Sekolah datang ke saya yang mengatakan" Pak Komite dana hasil musyawarah untuk acara pelepasan saya pake dulu, karena untuk UNBK kami tidak ada biaya maka uang itu saya pake dulu" pinta pak Kepala.  Memang saya maklum untuk UNBK tidak ada biaya. Jadi saya mengijinkan dana anggaran untuk acara pelepasan dipergunakan untuk kegiatan UNBK karena mungkin untuk kebutuhan siawa. Seperti transport , sewa komputer dan lain lain. Dan berapa biayanya saya tidak tahu" ungkapnya

Sementara itu Badri Pratama Ketua DPD BRantas Lebak.sangat prihatin dengan kondisi yang selalu berulang padahal sudah di atur terkait mekanisme tersebut seperti terbitnya Peraturan Mentri Dalam Negri ( Permendagri) no,75 terkait aturan Komite"  Kita meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, untuk mengambil tindakan tegas, kepada Kepala Sekolah yang terduga melakukan Pungutan Liar" pintanya

Masih menurut  Badri" Tindakan tegas yang kita inginkan dengan cara mencopot atau memberhentikan secara tidak hormat,bagi Kepala Sekolah yang terbukti melakukan Pungutan Liar terhadap para siswanya,pungkasnya.(wawan,Hin,Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top