Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Dianggap Mewah, Batu Akik di Banten Bakal Dipajak

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 13951 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG - Batu akik yang kini tengah digandrungi masyarakat, kini dianggap sebagai barang mewah di Banten.

Untuk itu, Direktorat Jendral Pajak (DJP) Provinsi Banten berencana mengenakan pajak pada batu akik.

"Batu mulia, seperti batu akik, itu objek pajak barang mewah," kata Kepala Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten, Catur Rini Widosari, Jumat (1/5/2015).

Menurut Catur, peraturan pemerintah terkait pajak kepemilikan batu mulia dan bentuk usaha di bidang batu mulia lainnya, telah lama diatur oleh undang-undang.

"Pajak yang dikenakan adalah pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen," terangnya.

Menurutnya, batu akik yang akan dikenai pajak adalah batu yang memiliki nilai jual tinggi dan sedang digandrungi oleh masyarakat banyak.

"Kami akan mengintensifkan kembali pajak batu mulia tersebut di Banten. Sehingga kami tidak kehilangan potensi pajaknya," jelasnya.

Namun terdapat persoalan dalam penerapan pajak terhadap batu akik tersebut. Di mana, harga batu akik hingga kini tak memiliki patokan. HIngga sulit menghitung potensi pajaknya.

"Kami hanya bertugas melakukan pembinaan kepada wajib pajak, agar wajib pajak paham dan memiliki kesadaran untuk membayar pajak," tegasnya.

Terkait rencana pemerintah akan menerapkan pajak terhadap batu akik, Kantor Pajak Pratama (KPP) Kabupaten Pandeglang menyatakan kesiapannya melaksanakan peraturan tersebut.

"Kebetulan tim kami paham mengenai batu (akik) dan mengetahui siapa saja pengusaha dan pemilik batu mulia asal Banten," kata Kepala KPP Kabupaten Pandeglang, Romli Komar, Jum'at (01/05/2015).

Perlu diketahui bahwa Provinsi Banten sendiri memiliki batu akik yang terkenal indah dan mahal bernama Kalimaya. Nilainya bahkan konon dipercaya setara dengan dua ribu ekor kuda.(Wan)



KOMENTAR DISQUS :

Top