Jumat, 24 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

Dari 4 Kriteria Cawapres Jokowi, Mahfud MD Dinilai Paling Berpeluang

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 392 Pengunjung




TANGERANG SELATAN - Akhir-akhir ini, sejumlah figur maupun tokoh politisi menghiasi pemberitaan dan survei untuk digadang-gadang sebagai calon kandidat yang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pemilu 2019 mendatang.

Sejumlah nama beredar belakangan, adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB Muhammad Zainul Majdi. Keduanya disebut layak mendampingi Jokowi karena merupakan figur yang berasal dari luar pulau Jawa.

Pengamat Politik UIN Jakarta, Zaki Mubarak memaparkan, yang dibutuhkan oleh Jokowi dalam menentukan pendampingnya nanti adalah sosok yang menyerupai Wakil Presiden saat ini, Mohammad Jusuf Kalla. Politisi senior Partai Golkar itu, dianggap mewakili 4 faktor utama yang dibutuhkan dalam perpaduan pemerintahan Jokowi selanjutnya.

"Pak Jokowi akan mencari sosok seperti Jusuf Kalla, tapi yang lebih muda mungkin. Ini sedang dicari, modelnya harus punya 4 kriteria ini, punya dukungan Islam yang kuat, ketrampilan politik, modal finansial yang kuat, dan luar Jawa," kata Zaki usai mengisi diskusi "Kongkow Kebudayaan" di Jalan Tarumanegara, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (17/3/2018) sore.

Menurut Zaki, alasan utama Jokowi harus mencari figur pendamping dari luar Jawa lebih didasari faktor strategi, yakni bagaimana menarik basis-basis suara dari wilayah itu. Karena diketahui, untuk pemilih di pulau Jawa hingga saat ini mayoritasnya adalah mereka yang menginginkan Jokowi kembali memimpin Indonesia.

"Kalau pendamping Jokowi semuanya dari pulau Jawa, tentu jadi problem, karena suara di luar pulau Jawa kemungkinan akan direbut oleh lawannya, terutama suara dari Sumatera. Sementara ini, yang muncul dari luar Jawa, Mahfud MD itu dari Madura, dan TGB Zainul Majdi dari NTB, tapi Mahfud MD yang paling berpeluang. Timnya kan pasti sedang bekerja, mungkin satu-dua bulan ini akan keluar namanya itu," jelasnya.

Sekadar informasi, nama Mahfud MD mendadak muncul sebagai kandidat cawapres Jokowi. Guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu mengaku tidak ingin dan juga tidak keberatan dengan wacana memasangkannya dengan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Saya katakan tidak ingin, tidak inginnya itu tidak aktif, tetapi saya juga bukan tidak mau, karena kalau mau tak mau itu diartikan sombong. Pada akhirnya kita serahkan ke mekanisme dan itu ada di tangan Capres dan partai-partai nanti," kata Mahfud, beberapa hari lalu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.(Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top