Selasa, 01 Desember 2020 |
20:25 wib: DPW Korpri Kabupaten Serang Santuni Anak Yatim dan Dhuafa 15:47 wib: Tak Dihadiri Gubernur dan Kapolda Banten, Haul di Ponpes Abuya Uci Dipantau Satgas Penanggulangan Covid-19 17:42 wib: Truk Muatan Pakan Oleng Dan Terguling Di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung 10:25 wib: Warga Digegerkan Bayi Berumur 2 Hari Ditemukan Perkebunan Sawit Cisata Pandeglang 09:50 wib: DPD RI Serap Aspirasi Pemkab Serang dalam Penanganan Covid-19 11:23 wib: Kapolda Banten Pimpin Sertijab Wakapolda Banten 08:04 wib: Pjs Bupati Serang Optimis Target 75 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai 01:30 wib: Resmob Polres Serang Kota Tembak 2 Pelaku Curanmor Saat Ditangkap 12:43 wib: Pemkab Serang Upayakan Empat BUMD Dapat Suntikan Dana 12:13 wib: Provinsi Banten Peringkat Atas Pencegahan Korupsi

Cara mengatasi Perilaku Anak Nakal Tanpa Perlu Memarahi

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1008 Pengunjung
https://www.1health.id/id

BantenKu - Saat ini kehidupan seluruh keluarga di dunia terdampak oleh wabah pandemi corona (COVID-19).

Kegiatan rutin orangtua dan anak seperti bekerja dan sekolah terhenti karena kebijakan tetap di rumah aja.

Pembelajaran dan pekerjaan diminta dilakukan dari rumah. Sementara imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan.

Orangtua pun saat ini harus ekstra tenaga untuk bekerja sambil mendampingi anak belajar di rumah. Tak jarang, orangtua dibuat pusing dengan pekerjaan yang bertambah dan perilaku anak yang nakal.

Tentunya situasi ini tak mudah untuk orangtua. Semua anak pernah berperilaku nakal. Hal ini wajar saat anak lelah, lapar, takut, atau sedang belajar mandiri. Lagipula, mereka pun jenuh karena harus terus-menerus berada di dalam rumah.

Bekerja sama dengan inisiatif Parenting for Lifelong Health, UNICEF mengumpulkan beberapa kiat praktis untuk membantu para orang tua dan pengasuh menghadapi masa-masa pandemi corona.

Berikut cara mengatasi perilaku nakal pada anak untuk orangtua tanpa perlu memarahi anak seperti dikutip dari laman UNICEF.

  • Alihkan
  • Ambil napas
  • Ajarkan anak konsekuensi
  • Tetap positif
  • Fokus pada perilaku yang kita inginkan
  • Nada suara itu penting
  • Puji anak atas perilaku baiknya
  • Tetap realistis
  • Bantu si remaja tetap dekat dengan teman-temannya
  • Anak remaja memiliki kebutuhan lebih besar untuk berkomunikasi dengan teman. Bantu anak tetap terhubung melalui media sosial dan cara lain tanpa melanggar jarak aman. Orang tua pun bisa ikut!



    Sumber: www.kompas.com

    [red]

    KOMENTAR DISQUS :

    Top