Minggu, 14 Agustus 2022 |
07:45 wib: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Ajak Sukseskan Pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2022 14:29 wib: Memperingati HUT RI Ke-77, Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal 12:49 wib: Lepas Peserta Jambore Nasional XI, Helldy Titip Nama Baik Cilegon 09:21 wib: Bidik Laba Rp 541 Miliar, ASDP Optimis Pertahankan Kinerja Positif hingga Akhir Tahun 16:35 wib: Kunjungi Cilegon, Staf Presiden RI Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah di Cilegon 15:27 wib: HUT Kota Serang Ke - 15, Walikota Serang Harap Masukan dan Kritikan Masyarakat Untuk Membangun 18:32 wib: Ikut Indonesia Expo, Stand UMKM Cilegon Diserbu Pengunjung 16:31 wib: Sambut HUT ke-15 Kota Serang, Syafrudin Ziarah ke TMP Ciceri dan Kesultanan Banten 18:31 wib: Masjid Agung sebagai Icon Kota Serang, Walikota Serang harap Kenyamanan dan Keamanan Parkir Diutamakan 23:02 wib: Berkat Kerja Bersama, Kemiskinan di Provinsi Banten Banten Menurun

Bupati Serang Sebut Sekolah Swasta Bantu Pemda Dongkrak IPM

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2240 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan dengan hadirnya sekolah-sekolah swasta sangat membantu untuk menaikan rata-rata harapan lama sekolah di Kabupaten Serang. Hal itu disampaikan Ratu Tatu usai meresmikan Gedung baru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bina Insani 2 di Kampung Sindang Asih, Desa/Kecamatan Waringin Kurung pada Selasa, 28 Desember 2021.

“Dengan hadirnya sekolah terpadu seperti ini anak-anak dari SD rasanya bisa 100 persen bisa lanjut ke jenjang SMP dan SMA, ini bisa meningkatkan rata-rata lama sekolahnya. Dan itu indikator-indikator pendidikan untuk mendongkrak IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita,”ujar Ratu Tatu.

Dijelaskan Ratu Tatu bahwa rata-rata lama sekolah di Kabupaten Serang tujuh (7) tahun lebih, tapi rata-rata harapan lama sekolah baru enam koma tujuh (6,7) tahun. Rata-rata lama sekolah itu berkaitan dengan jumlah usia sekolah di bandingkan dengan fasilitas seperti ruang kelas, fasilitas sekolahnya masih rendah.

“Dengan jumlah anak-anak harusnya usia sekolah tapi sarana prasarana nya masih kurang, tadi seperti saya sampaikan kalau sekolah negeri bukan hanya membangun keterbatasan itu nanti akan terbentur dengan SDM nya,”terangnya.

“Karena negeri kan dengan PNS, sulit juga kita PNS bukan kewenangan lagi kepala daerah untuk PNS. Sekarang aja kita masih butuh tenaga pendidik masih 50 persen dari tenaga pendidik kita masih belum di angkat menjadi PNS, mereka masih honor ini masih PR kami, PR Pemda,”jelas Ratu Tatu.

Oleh karena itu, Ratu Tatu berharap untuk tenaga pendidik di SDIT Bina Insani 2 juga bisa memenuhi standar, karena ada di standar yang di wajibkan minimal S1. Kemudian, dia juga berharap kepada pengurus yayasan agar berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang.

“Komunikasi supaya terus bisa berjalan bersama-sama, saling mengisi apa kekurangan disini nanti di pemda apa yang bisa di bantu, atau juga kurikulumnya kan itu harus di ketahui oleh dinas,”paparnya.

Selain itu, terkait dibangunnya SDIT Bina Insani 2 dibawah naungan Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi dengan lebih banyak pada pendidikan agamanya tentunya sangat dibutuhkan. “Tadi saya sampaikan bahwa jumlah sekolah di Kabupaten Serang untuk SD, SMP masih kurang dibanding dengan usia anak-anak sekolah. Jadi ini sangat membantu pemerintah,”katanya.

Disisi lain, SDIT Bina Insani 2 mempunyai keunggulan-keunggulan tentunya harus menjadi konsen. “Tapi yang paling saya seneng pendidikan terpadu dengan agamanya, karena kondisi persoalan dibawah di anak-anak SD, SMP melakukan hal-hal yang diluar dilarang oleh agama, ini juga tentunya dengan pembekalan pendidikan agama dari sejak usia dini SD ini, pasti akan menjadi bekal keimanan anak-anak kita,”ucap Tatu.

Hadir pada peresmian tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Mansur Barmawi, Kepala Dindikbud, Asep Nugrahajaya, Camat Waringin Kurung, Warnerry Poetry, Ketua Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi, Salim Asoba, dan para orangtua siswa.

Kepala Dindikbud, Asep Nugrahajaya mengatakan saat ini masyarakat semakin banyak dengan jumlah siswa usia sekolah, dan itu diperlukan sekolah-sekolah untuk bisa membantu, bisa menampung jumlah masyarakat usia sekolah di masyarakat. Maka, fasilitas seperti ini yang di kondisikan oleh masyarakat menjadi bagian membantu pemerintah.

“Karena ini berkaitan dengan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, sekolah ini yang membantu untuk menjadi perhatian dalam kontek IPM. (Sekolah) ini buat masyarakat di sekitar ini menjadi fasilitas yang memudahkan, itu konteknya,”ujar Asep.

Ketua Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi, Salim Asoba mengatakan, dengan dibangunnya SDIT Bina Insani 2 karena SDIT Bina Insani 1 sudah melebih kapasitas jumlah siswa-siswinya. Bahkan beberapa tahun terakhir selalu terjadi waiting list sehingga pihaknya membangun kembali.

“Untuk disini baru tiga ruang kelas dari target 18 ruang kelas, jadi kita berharap setiap angkatan tiga kelas, kalau di SDIT 1 setiap angkatan 4 kelas. Saat ini baru dua kelas dnegan jumlah 30 siswa untuk SDIT Bina Insani 2. Kalau SDIT Bina INsani 1 sebanyak 718 siswa, dan SMP sudah 300 siswa,"katanya.

Dengan dibangunnya SDIT Bina Insani 2, Salim berharap dengan terbentuknya sekolah ini bisa memberi kontribusi lebih banyak terhadap anak-anak. “Karena kita kan mengusung peradaban dunia, Insya Allah,”ujarnya.


[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top