Kamis, 23 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

Bupati Serang Resmikan Batik Anyer

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2863 Pengunjung
Bupati Serang Saat Resmikan Batik Anyer, Kamis (30/03/2017)

Bantenku.com, SERANG - Gagasan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah agar Kabupaten Serang memiliki batik khas daerah terwujud. Gagasan tersebut kemudian didiskusikan serta diwujudkan bersama Framadea, tokoh masyarakat Kecamatan Anyer dengan meluncurkan Batik Anyer, Kamis (30/3/2017).

Menurut Framadea, Kecamatan Anyer harus punya kelebihan selain destinasi wisata pantai. Salah satunya diwujudkan dengan sentra pembuatan Batik Anyer. "Produksi Batik Anyer ini berdasarkan obrolan saya dengan Ibu Tatu, agar Anyer ini punya destinasi selain pariwisata yang punya nilai ekonomi tinggi," kata Pembina Batik Anyer ini.

Bukan hanya produksi Batik Anyer, Framadea juga memberdayakan masyarakat Kecamatan Anyer dan Cinangka. Kemudian melatih siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk bisa membatik. "Kami mengangkat nama Batik Anyer karena ingin mengangkat kearifan lokal, dan menambah destinasi wisata di Kecamatan Anyer," ujarnya.

Sementara dalam sambutannya, Tatu membenarkan, Batik Anyer berawal dari diskusi dirinya bersama Framadea dan Helldy Agustian, pengusaha Banten yang telah membuat brand Batik Krakatoa di Kota Cilegon. "Ini bentuk sinergitas antara Pemda Serang dengan tokoh masyarakat dan pengusaha di Kabupaten Serang," ujarnya.

Menurutnya, Batik Anyer bisa menjadi souvenir atau oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Anyer. "Bahkan wisatawan bisa mencoba cara membatik," ujarnya.

Bahkan Tatu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuka pelatihan khusus membatik bagi siswa SMK di sekitar Anyer dan Cinangka. "Lulusan SMK memang kita dorong untuk berwirausaha," ujarnya.

Perajin batik di Kabupaten Serang juga berada di Kecamatan Kramatwatu dan Gunungsari. "Saya ingin kita diskusikan bersama, para pengusaha batik duduk bersama untuk membuat batik khas Kabupaten Serang. Kita bersama memajukan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sekadar diketahui, ada belasan motif Batik Anyer. Antara lain motif Mercusuar Nol Kilometer, motif Karang Bolong, dan motif Pendopo Bupati Serang.

(Sha/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top