Jumat, 20 September 2019 |
15:46 wib: H Sanudin Melanjutkan 2 Periode Untuk Desa Salira 07:48 wib: PAD Rendah, Walikota Serang Sidak Dua Dinas 08:14 wib: Kembangkan Pariwisata, Genpi Kabupaten Serang Dikukuhkan 11:15 wib: Warga Bunut Kesal Suara Bising Mesin PT Sulfindo Adi Usaha 07:06 wib: Minta Izin Nikah Lagi, Suami Malah Babak Belur Dikeroyok Istri Pertama dan Kedua 09:45 wib: Relawan Rescue dan Ormas Brantas Banten Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Baduy 10:47 wib: Brantas Desak Kejari Lebak Untuk Melakukan Penyelidikan Terkait Kasus Dugaan Korupsi RTLH 08:33 wib: Dorong Tersangka Baru Kasus Genset RSUD, Aktifis Anti Korupsi Kepung Kejati Banten 10:29 wib: Dewan Akan Kroscek Pembangunan Puskesmas Cirinten Yang Menelan Anggaran 1,4 Milyar Lebih 19:49 wib: H Sanudin Bakal Calon Kepala Desa Salira Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga

Bupati Serang Resmikan Batik Anyer

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 3171 Pengunjung
Bupati Serang Saat Resmikan Batik Anyer, Kamis (30/03/2017)

Bantenku.com, SERANG - Gagasan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah agar Kabupaten Serang memiliki batik khas daerah terwujud. Gagasan tersebut kemudian didiskusikan serta diwujudkan bersama Framadea, tokoh masyarakat Kecamatan Anyer dengan meluncurkan Batik Anyer, Kamis (30/3/2017).

Menurut Framadea, Kecamatan Anyer harus punya kelebihan selain destinasi wisata pantai. Salah satunya diwujudkan dengan sentra pembuatan Batik Anyer. "Produksi Batik Anyer ini berdasarkan obrolan saya dengan Ibu Tatu, agar Anyer ini punya destinasi selain pariwisata yang punya nilai ekonomi tinggi," kata Pembina Batik Anyer ini.

Bukan hanya produksi Batik Anyer, Framadea juga memberdayakan masyarakat Kecamatan Anyer dan Cinangka. Kemudian melatih siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk bisa membatik. "Kami mengangkat nama Batik Anyer karena ingin mengangkat kearifan lokal, dan menambah destinasi wisata di Kecamatan Anyer," ujarnya.

Sementara dalam sambutannya, Tatu membenarkan, Batik Anyer berawal dari diskusi dirinya bersama Framadea dan Helldy Agustian, pengusaha Banten yang telah membuat brand Batik Krakatoa di Kota Cilegon. "Ini bentuk sinergitas antara Pemda Serang dengan tokoh masyarakat dan pengusaha di Kabupaten Serang," ujarnya.

Menurutnya, Batik Anyer bisa menjadi souvenir atau oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Anyer. "Bahkan wisatawan bisa mencoba cara membatik," ujarnya.

Bahkan Tatu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuka pelatihan khusus membatik bagi siswa SMK di sekitar Anyer dan Cinangka. "Lulusan SMK memang kita dorong untuk berwirausaha," ujarnya.

Perajin batik di Kabupaten Serang juga berada di Kecamatan Kramatwatu dan Gunungsari. "Saya ingin kita diskusikan bersama, para pengusaha batik duduk bersama untuk membuat batik khas Kabupaten Serang. Kita bersama memajukan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sekadar diketahui, ada belasan motif Batik Anyer. Antara lain motif Mercusuar Nol Kilometer, motif Karang Bolong, dan motif Pendopo Bupati Serang.

(Sha/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top