Sabtu, 17 Agustus 2019 |
10:48 wib: Badak Banten Apresiasi Respon Bupati Lebak menurunkan Lampion 10:18 wib: Ketua Brantas Lebak Tuding Lemahnya Pengawasan Pada Program Kotaku Jadi Biang Permasalahan 09:45 wib: Puskesmas Puloampel Semarakan Perayaan HUT Kemerdekaan Ke 74 18:25 wib: Ormas Brantas Lebak Dorong Kejari Selidik Program Kotaku Di MC Barat 19:21 wib: Warga Carenang Desak Pemerintah Bantu Pemulangan Anaknya di Timur tengah 15:51 wib: Kapolda Banten : Idul Adha Momentum Berbagi dengan Sesama 16:26 wib: PT Andalan Finance Pastikan Sesuai SOP Saat Tarik Kendaraan 08:07 wib: Ormas Brantas Lebak : Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Pada Program Kotaku Diduga Tidak Sah 07:57 wib: KSOP Banten Terapkan Sistem Inaportnet TUKS di Banten 16:36 wib: Wakil Bupati Lebak Hadiri Audiensi Calon Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih

Bupati Lebak Tegaskan Tidak Main Main Dan Serius Terkait Penanganan Parawisata

Publisher: Admin Web Dibaca: 266 Pengunjung

Bantenku - Lebak. Hj Iti Octavia Jayabaya menunjukan keseriusannya dalam dalam mewujudkan visi pembangunan daerah Tahun 2019-2024 yaitu menjadikan Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal dengan melakukan upaya-upaya melalui lima misi dan strategis pembangunan yaitu meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, meningkatkan produktifitas perekonomian daerah melalui pengembangan pariwisata, meningkatkan ketersediaan infrastruktur wilayah, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya kerja kepariwisataan itu tidak hanya sebatas untuk mensejahterakan, tapi juga harus membahagiakan. Karenanya dia meminta, semua OPD, tidak terkecuali dan  tidak ada tawar menawar untuk mendukung program ini.

"Saya tidak sedang main-main, saya sangat serius menempatkan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan Kabupaten Lebak”  kata Bupat, saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Tahun 2019-2024 dan RKPD 2020 di Aula Multatuli Setda Lebak, Kamis (21/3/2019).

Bupati Lebak menjelaskan bahwasanya kegiatan Musrenbang mempunyai arti yang sangat strategis, sebagai wahana antar pemangku kepentingan guna menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan dan program pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RPJMD dan RKPD.

"Penyusunan RPJMD bukanlah tujuan akhir dari perencanaan pembangunan daerah, yang terpenting adalah bagaimana seluruh arah kebijakan dan sasaran pembangunan daerah menjadi komitmen kita bersama, dapat dikendalikan dan dievaluasi serta direalisasikan secara konkrit dalam RKPD setiap tahunnya" Kata Bupati.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Lebak Virgojanti menjelaskan arah pembangunan kebijakan kurun waktu lima tahun kedepan yang dibagi menjadi lima tahap yakni Tahap I, Tahun 2019 "Perkuatan Komitmen Bersama Dalam Pembangunan Sektor Pariwisata" Tahap II, Tahun 2020 "Penataan Dan Pembangunan Infra Dan Suprastruktur Pariwisata", Tahap III Tahun 2021 "Peningkatan Iklim Usaha, Investasi Sektor Kepariwisataan, Serta Daya Tarik Obyek Dan Destinasi Pariwisata", Tahap IV Tahun 2022 "Diverfisikasi Dan Intensifikasi Promosi, Serta Peningkatan Kualitas Dan Daya Tarik Produk Pariwisata", Tahap V Tahun 2023 "Terwujudnya Lebak Sebagai Destinasi Pariwisata Unggulan Berskala Nasional"

"Berdasarkan kelima arah kebijakan tersebut, pada Tahun 2020 tema pembangunan Kabupaten Lebak yaitu penataan pembangunan Infrastruktur dan supratruktur pariwisata" Pungkas Virgojanti.

Kegiatan Musrebang sendiri diikuti seluruh elemen pemerintah, alim ulama, tokoh masyarakat, pemuda, insan pers dan segenap pemangku kepentingan Kabupaten Lebak dan direncanakan digelar dari Tanggal 21 - 26 Maret 2019.(Gus.Hin.Red).

KOMENTAR DISQUS :

Top