Selasa, 20 April 2021 |
12:26 wib: Cegah Aksi Tawuran di Bulan Ramadhan, Polda Banten Rutin Lakukan Patroli 20:46 wib: Tatu-Emil Jalin Kerja Sama Bidang Pangan 16:30 wib: Unit Reskrim Polsek pulomerak bergerak cepat tangkap pelaku Pencurian 18:27 wib: Pemkab Serang Awasi Keberadaan Warga Negara Asing 14:53 wib: Bupati Serang Ajak Komunitas Mobil Promosikan Objek Wisata di Medsos 14:10 wib: Dibulan Puasa Ramadhan, Kemenag Banten Minta Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid 17:36 wib: P2WKSS, Pemkab Serang Fokus Tangani Dua Desa di Padarincang 17:27 wib: KLHK: PLTU Jawa 9&10 Bija Jadi Role Model Pembangkit Ramah Lingkungan 17:17 wib: Wali Kota Serang Hadiri Launching Pembayaran SPPT-PBB Dengan Sampah Anorganik 16:19 wib: PMI Banten Apresiasi Pendonor Darah Sukarela

Bupati Lebak Diminta Untuk Kaji Ulang atau Ganti Oya Masri selaku Direktur PDAM

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2142 Pengunjung
Eli Sahroni Ketua DPD Badak Banten Kab.Lebak

Bantenku, LEBAK. Masa jabatan Direktur PDAM Tirta Multatuli Kabupaten Lebak,Oya Masri cuma tinggal satu tahun lagi. Namun di akhir masa jabatannya, segudang masalah di perusahaan milik Daerah itu belum terselesaikan dengan baik, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan kasus sehingga air untuk di pasok kepada pelanggan di wilayah Kecamatan Rangkasbitung dan sekitarnya tidak mengalir sejak tiga Minggu yang lalu.

Menurut keterangan dari berbagai konsumen PDAM Tirta Multatuli di wilayah Kecamatan Rangkasbitung dan sekitarnya itu akibat rusaknya dua mesin pompa di dapur penyilangan air Pabuaran Kolelet Rangkasbitung.

"Ada dua mesin pompa PDAM di dapur induk Pabuaran Kolelet Rangkasbitung rusak sejak hampir satu bulan," kata Asep warga Rangkasbitung kepada awak media, Kamis ( 16/4/2020).

Dampak dari rusaknya mesin pompa air PDAM, akibatnya puluhan ribu bahkan ratusan ribu pelanggan di wilayah Kecamatan Rangkasbitung dan sekitarnya tidak mendapatkan pasokan air PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat yang notabene pelanggan PDAM terpaksa harus membeli air bersih ke pihak lain itupun di batasi.

"Saya udah tiga Minggu tidak ada air mengalir dari PDAM, dan terpaksa harus beli ke orang lain yang punya mesin jetpum di rumah nya," kata Aslimin warga BTN Kopi Pajagan.

Macetnya pasokan air PDAM kepada pelanggan bukan ini yang pertama kali, sejak tahun 2013 Oya Masri menjadi Direktur PDAM Tirta Multatuli sering mengalami kerusakan yang sangat menyita waktu panjang, seperti tahun 2020 sekarang ini gangguan untuk yang kesekian kalinya.

"Tiap tahun pasti ada gangguan, lama lagi kalau lagi gangguan, jaringan rusak lah, apalah, pokoknya ada aja yang rusak," ungkapan nada kesal dari Aslimin yang kecewa akan buruknya pelayanan PDAM selama kepemimpinan Oya Masri.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Badak Banten kabupaten Lebak, Eli Sahroni angkat bicara. Selain pelayanan pasokan air yang acap kali mendapatkan gangguan, ini merupakan bukti ketidakmampuan Oya Masri orang nomor satu di PDAM dalam mengelola PDAM salah satu Perusahaan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak.

Selain itu, dugaan adanya korupsi keuangan PDAM sejak sejak tahun 2016 hingga sekarang. Tahun 2018 PDAM Tirta Multatuli mendapatkan sokongan dana dari pemerintah pusat dengan angka yang cukup besar. Belum lagi pada tahun sebelumnya, PDAM juga dapat bantuan keuangan dari pemerintah, bantuan keuangan itu untuk perbaikan jaringan dan pengembangan pelanggan.

"Bukanya jaringan atau mesin pompa PDAM lebih baik hingga pasokan air lancar dan tidak ada masalah,ini malah makin parah. Berarti wajar jika masyarakat menuding ada penyalahgunaan keuangan di PDAM Tirta Multatuli," ungkap Eli Sahroni.

Untuk itu, Kami meminta Bupati Lebak agar tidak lagi memperpanjang  Oya Masri sebagai Direktur PDAM Tirta Multatuli pada bulan mei tahun 2021 yang akan habis masa jabatannya.

Menurut Eli Sahroni, tidak ada alasan lagi Bupati Hj Iti Oktavia Jayabaya untuk tidak memperpanjang umur jabatan Oya Masri selaku Direktur PDAM Tirta Multatuli.

"Tidak ada alasan untuk Ibu Bupati, untuk memperpanjang jabatan Oya Masri sebagai Direktur PDAM, dan Bupati harus mencari orang yang layak dan mumpuni menjadi Direktur PDAM menggantikan Oya Masri," harapnya.

( Aswapi aman / Red )

KOMENTAR DISQUS :

Top