Senin, 20 Januari 2020 |
20:13 wib: Bertahun tahun Tidak Diperhatikan Pemkab Warga Malang nengah Kerja Bakti 08:40 wib: Walikota Serang Cek Kondisi Jalan Rusak di Kecamatan Curug 12:24 wib: Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bojonegara, Pemkab Serang Segera Panggil Penambang 11:51 wib: Kapolda Banten Prioritas Penanganan Tambang Emas Ilegal di Lebak 12:52 wib: Rumah Warga Ambruk, Dihantam Angin Kencang 12:00 wib: 13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten 20:46 wib: Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH 16:49 wib: Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah 14:53 wib: Brantas Kabupaten Serang Pertanyakan Kerja Dinas Kebersihan dan CSR Perusahaan 14:10 wib: Jembatan Suka Senang, Malingping Terbengkalai Dikritik Aktivis LPPB

Brantas DPD Lebak Desak Galian Tanah Merah di Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung Ditutup

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1183 Pengunjung

Bantenku, LEBAK- Galian tanah merah yang berlokasi di Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung Kab. Lebak menimbulkan tanah merah berceran di sepanjang jalan, yang membuat jalan menjadi licin serta terjadinya rawan kecelakaan.

Ujang pengendara yang sedang melintas Desa Pasir tanjung Kecamatan Rangkasbitung Kab. Lebak kepada Bantenku Rabu (27/11/2019) mengeluh dan mengatakan, dengan adanya galian tanah merah yang di angkut oleh truk  tronton, mengakibatkan jalan jadi licin akibat tanah merah berceceran bekas angkutan truk tronton tanah merah saat hujan turun, keluhnya

" Masyarakat pengendara motor yang melintas jalan jalur lokasi pengerukan tanah merah menjadi berlumpur dan licin, berbahaya untuk di lalui pengendara motor,apalagi setelah hujan turun", katanya.

Kami berharap kepada pemkab Lebak melalui Dinas terkait untuk melakukan penertiban terhadap truk tronton pengangkut tanah merah, dan menutup galian tanah merah tersebut jika tidak memiliki ijin yang resmi, guna menghindari Kecelakaan bagi pengendara yang melintas akibatnya jalan menjadi licin ujarnya.

Pei selaku pemilik lahan tanah merah yang juga mantan kepala Desa Pasir Tanjung mengatakan, terkait ijin dirinya tidak mengetahui persis, dirinya hanya pemilik tanah merah yang di beli oleh pengusaha ujarnya.

Menanggapi hal tersebut aktivis Ormas Brantas, yeyen mengatakan, Kami meminta kepada Satpol PP untuk segera melakukan pengecekan terhadap ijin galian tanah merah, serta ijin Andalalin dan jika tidak memiliki ijin yang resmi baiknya di tutup, guna menghindari kerugian negara dan menimbulkan rawan kecelakaan bagi masyarakat pengendara yang melintas jalur tersebut.

Dampak lain dari truk tronton pengangkut tanah merah tersebut sangat besar yaitu jalan menjadi rusak sehingga biaya perawatan jalan lebih besar ketimbang pemasukan dari truk tanah merah tersebut, serta menimbulkan rawan kecelakaan tandasnya. 

Suryana kepala Desa Pasir tanjung mengatakan, terkait ijin lingkungan dari masyarakat memang ada dan dirinya mengetahui, namun terkait ijin yang lain tidak tahu secara pasti.

Bahkan pihak Dinas perhubungan Dishub sudah memberikan Selebaran kepada pihak dinas PUPR, agar galian tanah merah tersebut di tutup paparnya. 


[Aswapi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top