Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

Brantas DPD Lebak Desak Galian Tanah Merah di Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung Ditutup

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2548 Pengunjung

Bantenku, LEBAK- Galian tanah merah yang berlokasi di Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung Kab. Lebak menimbulkan tanah merah berceran di sepanjang jalan, yang membuat jalan menjadi licin serta terjadinya rawan kecelakaan.

Ujang pengendara yang sedang melintas Desa Pasir tanjung Kecamatan Rangkasbitung Kab. Lebak kepada Bantenku Rabu (27/11/2019) mengeluh dan mengatakan, dengan adanya galian tanah merah yang di angkut oleh truk  tronton, mengakibatkan jalan jadi licin akibat tanah merah berceceran bekas angkutan truk tronton tanah merah saat hujan turun, keluhnya

" Masyarakat pengendara motor yang melintas jalan jalur lokasi pengerukan tanah merah menjadi berlumpur dan licin, berbahaya untuk di lalui pengendara motor,apalagi setelah hujan turun", katanya.

Kami berharap kepada pemkab Lebak melalui Dinas terkait untuk melakukan penertiban terhadap truk tronton pengangkut tanah merah, dan menutup galian tanah merah tersebut jika tidak memiliki ijin yang resmi, guna menghindari Kecelakaan bagi pengendara yang melintas akibatnya jalan menjadi licin ujarnya.

Pei selaku pemilik lahan tanah merah yang juga mantan kepala Desa Pasir Tanjung mengatakan, terkait ijin dirinya tidak mengetahui persis, dirinya hanya pemilik tanah merah yang di beli oleh pengusaha ujarnya.

Menanggapi hal tersebut aktivis Ormas Brantas, yeyen mengatakan, Kami meminta kepada Satpol PP untuk segera melakukan pengecekan terhadap ijin galian tanah merah, serta ijin Andalalin dan jika tidak memiliki ijin yang resmi baiknya di tutup, guna menghindari kerugian negara dan menimbulkan rawan kecelakaan bagi masyarakat pengendara yang melintas jalur tersebut.

Dampak lain dari truk tronton pengangkut tanah merah tersebut sangat besar yaitu jalan menjadi rusak sehingga biaya perawatan jalan lebih besar ketimbang pemasukan dari truk tanah merah tersebut, serta menimbulkan rawan kecelakaan tandasnya. 

Suryana kepala Desa Pasir tanjung mengatakan, terkait ijin lingkungan dari masyarakat memang ada dan dirinya mengetahui, namun terkait ijin yang lain tidak tahu secara pasti.

Bahkan pihak Dinas perhubungan Dishub sudah memberikan Selebaran kepada pihak dinas PUPR, agar galian tanah merah tersebut di tutup paparnya. 


[Aswapi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top