Senin, 20 Januari 2020 |
20:13 wib: Bertahun tahun Tidak Diperhatikan Pemkab Warga Malang nengah Kerja Bakti 08:40 wib: Walikota Serang Cek Kondisi Jalan Rusak di Kecamatan Curug 12:24 wib: Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bojonegara, Pemkab Serang Segera Panggil Penambang 11:51 wib: Kapolda Banten Prioritas Penanganan Tambang Emas Ilegal di Lebak 12:52 wib: Rumah Warga Ambruk, Dihantam Angin Kencang 12:00 wib: 13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten 20:46 wib: Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH 16:49 wib: Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah 14:53 wib: Brantas Kabupaten Serang Pertanyakan Kerja Dinas Kebersihan dan CSR Perusahaan 14:10 wib: Jembatan Suka Senang, Malingping Terbengkalai Dikritik Aktivis LPPB

Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1400 Pengunjung

Bantenku, LEBAK- Banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, seperti wilayah Kecamatan Lebak Gedong, Kecamatan Cipanas, Kecamatan Sajira diduga akibat maraknya penambang liar yang merusak pepohonan, sehingga terjadi Banjir Bandang.

Aswapi aman S.H Ketua Ormas DPD Lebak Rabu (7/1/2020), mengatakan, Kami menduga terjadinya Banjir Bandang di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, yaitu wilayah Kecamatan Lebak Gedong, Wilayah Kecamatan Cipanas dan Wilayah Kecamatan Sajira akibat maraknya penambang liar di seputar wilayah TNGH ( Taman Nasional Gunung Halimun ).

Para Penambang Liar disinyalir banyak melakukan penebangan pohon untuk kepentingan kegiatan penambangan emas, yaitu untuk menompang lubang yang dalam agar tidak tertutup, serta sebagian pohon di jadikan untuk membuat seperti huma untuk tempat pengolahan limbah emas juga sekaligus sebagai tempat peristirahatan para penambang liar katanya.

Dengan maraknya penambang liar tersebut sudah tentu hutan menjadi gundul, sehingga jika hujan deras dengan kapasitas besar, maka air hujan akan membanjiri wilayah sekitar yang lebih rendah dikarenakan tidak adanya pohon yang menopang banjir katanya.

Akibat maraknya gurandil (Penambang liar) di seputar wilayah TNGH, menimbulkan lahan menjadi gundul tidak adanya atau jarangnya pohon akibat ulah para penambang liar yang melakukan penebangan pohon secara liar untuk kepentingan penambang sehingga  menimbulkan banjir bandang di sejumlah wilayah Kab. Lebak, dan menelan korban jiwa katanya.

Dengan begitu Kami meminta kepada Polda Banten untuk menyapu bersih para penambang ilegal tersebut, dan menindak tegas sesuai perundang undangan yang berlaku, demi kepentingan negara dan mencegah terjadinya Banjir bandang akibat lahan yang menjadi gundul tegasnya.

Dan Kami meminta kepada Pemkab Lebak maupun Provinsi Banten, untuk melakukan Reboisasi ( Penghijauan atau penanaman pohon yang sudah gundul) terhadap hutan yang sudah gundul, guna menghindari terjadinya bencana banjir bandang tandasnya.


[Susanti/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top