Jumat, 24 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

BNNP Banten, Berhasil Gagalkan Pengiriman Narkoba Jenis Sabu Seberat 7 Kg Dan 65.000 Butir Ekstasi

Publisher: Admin Web Dibaca: 1253 Pengunjung

Bantenku,SERANG,- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, bekerjasama dengan BNN Pusat, berhasil menggagalkan pengiriman narkoba dengan barang bukti jenis sabu seberat 7 kilogram dan 65.000 butir ekstasi. Tersangka berinisial Mulyadi alias Aryanto (28) berhasil diamankan. Hal itu dikatakan, Brigjen Pol Muhammad Nurochman Kepala Badan BNNP Banten, Rabu,(29/08/2018).

"Kami, behasil menangkap tersangka dan barang bukti tujuh paket narkotika jenis sabu seberat 7 Kilogram dan sebanyak 65.000 butir ekstasi yang dibungkus dalama 13 bungkus dalam 13 bungku, 2 unit Handphone dan resi pembayaran dari PT. ICE Jl. Garuda Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Senin, 27 Agustus 2018," ujar, Brigadir Jendral Pol Muhammad Nurochman Kepala BNNP Banten, kepada awak media di kantor BNPP Banten, Kota Serang Rabu, (29/08/2018).

Kepala BNN Banten Muhammad Nurochman menambahkan, penggagalan ini melalui jasa pengiriman narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi tersebut dari Dumai, Provinsi Riau yang dikirim melalui  jalur darat dengan menggunakan jasa pengiriman indah cargo logistik,

"Pengirimin ini ditujukan kepada tersangka Ariyanto beralamat di Jl. Anggaran No. 52 Karang Tengah, Kota Tangerang, pada hari Jumat tanggal 24 Agustus 2018, belum lama ini." terangnya.

Lanjut, Nurochaman, memaparkan hampir pada saat yang  bersamaan tersangka Mulyadi mengambil paket tersebut. Petugas yang sudah lama melakukan pengintaian langsung menyergap tersangka dan menemukan dua paket narkoba berupa sabu dan ekstasi.

"Tersangka Mulyadi mengambil paket tersebut. Petugas yang sudah lama melakukan pengintaian langsung menyergap tersangka dan menemukan dua paket narkoba berupa sabu dan ekstasi," tuturnya.

"Dari hasil keterangan pelaku, ia diperintahkan oleh AN pemilik barang kiriman tersebut yang berada di Rutan Salemba, Jakarta," tambahnya.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari, yang ikut hadir pada kesempatan kali ini membeberkan bahwa, penangkapan ini hasil operasi yang berkelanjutan yang dimulai kegiatan di Dumai, Riau.

"Hasil BB yang kita sita baik kemasan fisik, warna dan jenis sama-sama yang kemarin kita sita di Dumai Riau. Kita bisa simpulkan sindikat beroperasi di Sumut sampai ke Banten sama," jelasnya

Lebih jauh ia mengungkapkan dari hasil penyelidikan sementara, barang bukti berupa sabu dan ekstasi ini berasal dari Malaysia yang diselundupkan dengan melalui jalur laut.

"Saya mengimbau penyelundupan ini cukup banyak peningkatan peredaran gelap narkoba dengan berbagai modus operandi,  diharapkan semua instansi tetap berkomitmen untuk menyelamatkan generasi muda, ikut berperan lebih baik dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba," harapnya.

Akibat aksinya, tersangka dijerat dengan ancaman Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2), 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(Ari/red)

KOMENTAR DISQUS :

Top