Sabtu, 17 Agustus 2019 |
10:48 wib: Badak Banten Apresiasi Respon Bupati Lebak menurunkan Lampion 10:18 wib: Ketua Brantas Lebak Tuding Lemahnya Pengawasan Pada Program Kotaku Jadi Biang Permasalahan 09:45 wib: Puskesmas Puloampel Semarakan Perayaan HUT Kemerdekaan Ke 74 18:25 wib: Ormas Brantas Lebak Dorong Kejari Selidik Program Kotaku Di MC Barat 19:21 wib: Warga Carenang Desak Pemerintah Bantu Pemulangan Anaknya di Timur tengah 15:51 wib: Kapolda Banten : Idul Adha Momentum Berbagi dengan Sesama 16:26 wib: PT Andalan Finance Pastikan Sesuai SOP Saat Tarik Kendaraan 08:07 wib: Ormas Brantas Lebak : Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Pada Program Kotaku Diduga Tidak Sah 07:57 wib: KSOP Banten Terapkan Sistem Inaportnet TUKS di Banten 16:36 wib: Wakil Bupati Lebak Hadiri Audiensi Calon Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih

BNNP Banten, Berhasil Gagalkan Pengiriman Narkoba Jenis Sabu Seberat 7 Kg Dan 65.000 Butir Ekstasi

Publisher: Admin Web Dibaca: 1407 Pengunjung

Bantenku,SERANG,- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, bekerjasama dengan BNN Pusat, berhasil menggagalkan pengiriman narkoba dengan barang bukti jenis sabu seberat 7 kilogram dan 65.000 butir ekstasi. Tersangka berinisial Mulyadi alias Aryanto (28) berhasil diamankan. Hal itu dikatakan, Brigjen Pol Muhammad Nurochman Kepala Badan BNNP Banten, Rabu,(29/08/2018).

"Kami, behasil menangkap tersangka dan barang bukti tujuh paket narkotika jenis sabu seberat 7 Kilogram dan sebanyak 65.000 butir ekstasi yang dibungkus dalama 13 bungkus dalam 13 bungku, 2 unit Handphone dan resi pembayaran dari PT. ICE Jl. Garuda Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Senin, 27 Agustus 2018," ujar, Brigadir Jendral Pol Muhammad Nurochman Kepala BNNP Banten, kepada awak media di kantor BNPP Banten, Kota Serang Rabu, (29/08/2018).

Kepala BNN Banten Muhammad Nurochman menambahkan, penggagalan ini melalui jasa pengiriman narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi tersebut dari Dumai, Provinsi Riau yang dikirim melalui  jalur darat dengan menggunakan jasa pengiriman indah cargo logistik,

"Pengirimin ini ditujukan kepada tersangka Ariyanto beralamat di Jl. Anggaran No. 52 Karang Tengah, Kota Tangerang, pada hari Jumat tanggal 24 Agustus 2018, belum lama ini." terangnya.

Lanjut, Nurochaman, memaparkan hampir pada saat yang  bersamaan tersangka Mulyadi mengambil paket tersebut. Petugas yang sudah lama melakukan pengintaian langsung menyergap tersangka dan menemukan dua paket narkoba berupa sabu dan ekstasi.

"Tersangka Mulyadi mengambil paket tersebut. Petugas yang sudah lama melakukan pengintaian langsung menyergap tersangka dan menemukan dua paket narkoba berupa sabu dan ekstasi," tuturnya.

"Dari hasil keterangan pelaku, ia diperintahkan oleh AN pemilik barang kiriman tersebut yang berada di Rutan Salemba, Jakarta," tambahnya.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari, yang ikut hadir pada kesempatan kali ini membeberkan bahwa, penangkapan ini hasil operasi yang berkelanjutan yang dimulai kegiatan di Dumai, Riau.

"Hasil BB yang kita sita baik kemasan fisik, warna dan jenis sama-sama yang kemarin kita sita di Dumai Riau. Kita bisa simpulkan sindikat beroperasi di Sumut sampai ke Banten sama," jelasnya

Lebih jauh ia mengungkapkan dari hasil penyelidikan sementara, barang bukti berupa sabu dan ekstasi ini berasal dari Malaysia yang diselundupkan dengan melalui jalur laut.

"Saya mengimbau penyelundupan ini cukup banyak peningkatan peredaran gelap narkoba dengan berbagai modus operandi,  diharapkan semua instansi tetap berkomitmen untuk menyelamatkan generasi muda, ikut berperan lebih baik dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba," harapnya.

Akibat aksinya, tersangka dijerat dengan ancaman Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2), 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(Ari/red)

KOMENTAR DISQUS :

Top