Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Berenang Saat berlibur Sekolah di di jeti Pt.BSW Pelajar kelas 3 MTS Al.khairiyh Sumur Asem Meninggal Dunia

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 15911 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Seorang Pelajar Kelas 3 Mts Al-khairiyah Sumur Asem, yang tinggal di Kampung Karang Tengah, Desa Banyuwangi, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang dikabarkan meninggal dunia usai tenggelam di area Jetty Bukit Sunur Wijaya (BSW), Minggu (26/9/2021) 

"Itu korbannya anak-anak remaja masih sekolah, mungkin karena libur main di area jetty, ini ada videonya dia berenang sama teman-temannya. Ini korbannya tetangga kampung tadi barusan sudah dikubur," kata Tokoh Pemuda Kecamatan Puloampel, Agus Sudrajat, kepada wartawan.

Lebih lanjut, pihaknya mempertanykan keamanan jetty atau pihak pengelola PT. BSW yang diduga membiarkan masyarakat umum masuk dan bermain di area berbahaya perusahaan tersebut.

"Lha ini kan jetty, bukan untuk tempat umum, berenang, itu kan buat bongkar muat barang. Nah sekarang yang patut ditanyakan, pengelola jetty kemana, kok sampai ada anak-anak berenang masuk lokasi itu tidak ada larangan. Apalagi disitu sedang ada kapal yang jadi tempat bermain. Diduga pihak pengelola jetty lalai dan pembiaran," ungkapnya.

Atas kejadian tragis tersebut, Agus sebagai masyarakat Puloampel mendorong pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan melakukan langkah preventif agar ke depan tidak terulang kembali peristiwa naas tersebut.

"Dan dimohon selama dalam penyelidikan, apalah itu kalimatnya tindakan kepolisian untuk sementara Dermaga jetty di policline. Dan informasi inipun sudah saya infokan ke pihak Kasubdit Gakum Polair Polda Banten, yang jawabannya akan memanggil pihak terkait. Termasuk pihak KSOP Banten bagian pengawasan kegiatan jetty.

Sementara itu, Humas PT. BSW, Sahroni saat coba dikonfirmasi melalui pesan Whattsappnya, sedang tidak aktif dan belum memberikan jawaban hingga malam ini.

[Sah/ Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top