Selasa, 19 Oktober 2021 |
18:03 wib: Utamakan Pelayanan, Jasa Raharja Banten Data Korban Laka Bus di Tol Tangerang Merak 22:43 wib: RSUD Banten Luncurkan KateterisasiJantung 22:06 wib: Jasa Raharja Cabang Banten Gandeng Kampus Untirta, Gagas Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan 18:03 wib: Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021 07:49 wib: Dibuka Wagub Andika, Banten Golf Open Tournament 2021 Diikuti Peserta Pro & Amatir 10:34 wib: Bupati Serang Beri Penghargaan untuk Atlet PON Berprestasi 17:29 wib: Tantangan Semakin Kuat, Kemajuan Kabupaten Serang Diapresiasi 07:57 wib: Gebyar HUT Kabupaten Serang Banjir Bantuan 22:02 wib: Lakukan Pembinaan, Kini Tingkat Kehadiran Pegawai Non-ASN di Setwan Banten Naik Signifikan 21:33 wib: Sekretariat DPRD Banten Klaim Sukses Adakan Vaksinasi Setelah Sasar 2.230 Orang

Berenang Saat berlibur Sekolah di di jeti Pt.BSW Pelajar kelas 3 MTS Al.khairiyh Sumur Asem Meninggal Dunia

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 259 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Seorang Pelajar Kelas 3 Mts Al-khairiyah Sumur Asem, yang tinggal di Kampung Karang Tengah, Desa Banyuwangi, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang dikabarkan meninggal dunia usai tenggelam di area Jetty Bukit Sunur Wijaya (BSW), Minggu (26/9/2021) 

"Itu korbannya anak-anak remaja masih sekolah, mungkin karena libur main di area jetty, ini ada videonya dia berenang sama teman-temannya. Ini korbannya tetangga kampung tadi barusan sudah dikubur," kata Tokoh Pemuda Kecamatan Puloampel, Agus Sudrajat, kepada wartawan.

Lebih lanjut, pihaknya mempertanykan keamanan jetty atau pihak pengelola PT. BSW yang diduga membiarkan masyarakat umum masuk dan bermain di area berbahaya perusahaan tersebut.

"Lha ini kan jetty, bukan untuk tempat umum, berenang, itu kan buat bongkar muat barang. Nah sekarang yang patut ditanyakan, pengelola jetty kemana, kok sampai ada anak-anak berenang masuk lokasi itu tidak ada larangan. Apalagi disitu sedang ada kapal yang jadi tempat bermain. Diduga pihak pengelola jetty lalai dan pembiaran," ungkapnya.

Atas kejadian tragis tersebut, Agus sebagai masyarakat Puloampel mendorong pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan melakukan langkah preventif agar ke depan tidak terulang kembali peristiwa naas tersebut.

"Dan dimohon selama dalam penyelidikan, apalah itu kalimatnya tindakan kepolisian untuk sementara Dermaga jetty di policline. Dan informasi inipun sudah saya infokan ke pihak Kasubdit Gakum Polair Polda Banten, yang jawabannya akan memanggil pihak terkait. Termasuk pihak KSOP Banten bagian pengawasan kegiatan jetty.

Sementara itu, Humas PT. BSW, Sahroni saat coba dikonfirmasi melalui pesan Whattsappnya, sedang tidak aktif dan belum memberikan jawaban hingga malam ini.

[Sah/ Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top