Minggu, 14 Agustus 2022 |
07:45 wib: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Ajak Sukseskan Pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2022 14:29 wib: Memperingati HUT RI Ke-77, Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal 12:49 wib: Lepas Peserta Jambore Nasional XI, Helldy Titip Nama Baik Cilegon 09:21 wib: Bidik Laba Rp 541 Miliar, ASDP Optimis Pertahankan Kinerja Positif hingga Akhir Tahun 16:35 wib: Kunjungi Cilegon, Staf Presiden RI Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah di Cilegon 15:27 wib: HUT Kota Serang Ke - 15, Walikota Serang Harap Masukan dan Kritikan Masyarakat Untuk Membangun 18:32 wib: Ikut Indonesia Expo, Stand UMKM Cilegon Diserbu Pengunjung 16:31 wib: Sambut HUT ke-15 Kota Serang, Syafrudin Ziarah ke TMP Ciceri dan Kesultanan Banten 18:31 wib: Masjid Agung sebagai Icon Kota Serang, Walikota Serang harap Kenyamanan dan Keamanan Parkir Diutamakan 23:02 wib: Berkat Kerja Bersama, Kemiskinan di Provinsi Banten Banten Menurun

Berenang Saat berlibur Sekolah di di jeti Pt.BSW Pelajar kelas 3 MTS Al.khairiyh Sumur Asem Meninggal Dunia

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 15694 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Seorang Pelajar Kelas 3 Mts Al-khairiyah Sumur Asem, yang tinggal di Kampung Karang Tengah, Desa Banyuwangi, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang dikabarkan meninggal dunia usai tenggelam di area Jetty Bukit Sunur Wijaya (BSW), Minggu (26/9/2021) 

"Itu korbannya anak-anak remaja masih sekolah, mungkin karena libur main di area jetty, ini ada videonya dia berenang sama teman-temannya. Ini korbannya tetangga kampung tadi barusan sudah dikubur," kata Tokoh Pemuda Kecamatan Puloampel, Agus Sudrajat, kepada wartawan.

Lebih lanjut, pihaknya mempertanykan keamanan jetty atau pihak pengelola PT. BSW yang diduga membiarkan masyarakat umum masuk dan bermain di area berbahaya perusahaan tersebut.

"Lha ini kan jetty, bukan untuk tempat umum, berenang, itu kan buat bongkar muat barang. Nah sekarang yang patut ditanyakan, pengelola jetty kemana, kok sampai ada anak-anak berenang masuk lokasi itu tidak ada larangan. Apalagi disitu sedang ada kapal yang jadi tempat bermain. Diduga pihak pengelola jetty lalai dan pembiaran," ungkapnya.

Atas kejadian tragis tersebut, Agus sebagai masyarakat Puloampel mendorong pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan melakukan langkah preventif agar ke depan tidak terulang kembali peristiwa naas tersebut.

"Dan dimohon selama dalam penyelidikan, apalah itu kalimatnya tindakan kepolisian untuk sementara Dermaga jetty di policline. Dan informasi inipun sudah saya infokan ke pihak Kasubdit Gakum Polair Polda Banten, yang jawabannya akan memanggil pihak terkait. Termasuk pihak KSOP Banten bagian pengawasan kegiatan jetty.

Sementara itu, Humas PT. BSW, Sahroni saat coba dikonfirmasi melalui pesan Whattsappnya, sedang tidak aktif dan belum memberikan jawaban hingga malam ini.

[Sah/ Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top