Senin, 30 Januari 2023 |
09:13 wib: ASDP Tingkatkan Fasilitas di Pelabuhan Merak Jelang Masa Angkutan Lebaran 2023 21:04 wib: STIH Painan Serang Gelar Launching dan Webinar dengan Tema Dinamika Upah Buruh Paska Terbitnya Perppu Cipta Kerja 23:58 wib: Pengguna Aplikasi Ferizy ASDP Tembus 1,38 Juta Orang, Pengguna Jasa Kapal Ferry Terus Meningkat 20:31 wib: Guyub Pimpinan Daerah Se-wilayah Banten Bersama Dangrup 1 Wujud Semua untuk Rakyat 17:40 wib: Gelar Ngopi Bareng, Dangrup 1 Kopassus Ajak Wartawan Membantu Masyarakat 10:10 wib: Bupati Serang Siapkan Multiprogram Atasi Dampak PHK 18:55 wib: Banjir Suralaya, Sekda Perintahkan PU Rutin Rawat Gorong-gorong 17:51 wib: Bupati Serang Launching Pelayanan Desa Berbasis Digita 08:41 wib: Jawara Banten Kumpul di Grup 1 Kopassus. Ada apa? 18:25 wib: Festival Kebudayaan Tanara Perkuat Wisata Religi Kabupaten Serang

Bantuan Benih Kedelai Di Desa Girimukti Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Bermasalah

Publisher: Admin Web Dibaca: 2681 Pengunjung
Ilustrasi

Bantenku,  LEBAK- Realisasi Program Bantuan benih kedelai bagi para Kelompok Tani di Kabupaten Lebak yang bersumber dari Kementerian Pertanian yang didanai dari APBN-P 2017, khsusnya kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, di Duga Tak sesuai Kuota dan adanya mark-up pengajuan lahan tanam.

Dugaan ini menyeruak kepermukaan,di karnakan adanya informasi dari beberapa narasumber ,terkait  bantuan benih kedelai yang digelontorkan diduga tidak di distribusikan kepada anggota kelompok, dan banyak ditemukan dugaan lahan fiktif atau tidak sesuai peruntukannya bagi para Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).

Dari penelusuran Bantenku, kepada salah satu Kelompok LMDH yang ada di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak, sempat menjadi sorotan masyarakat dan anggota kelompok LMDH itu sendiri. selaku penerima manfaat program. Pasalnya Anggota Kelompok LMDH mempertanyakan Benih kedelai yang seharusnya di tanam oleh masyarakat, malah di timbun atau tidak disalurkan kepada anggota kelompok.

Dan yang mengherankan, bibit kadelai yang seharusnya di tanam seluas 300 hektar, faktanya tidak sesuai dengan pengajuan benih untuk seluas lahan 300 hektar tersebut.

Seperti yang dikatakan Suparman warga Kampung Warudoyong, Desa Girimukti", Saya sangat aneh sama pak Apit selaku Ketua LMDH karena yang di ajukan lahan tanah untuk tanam kadelai seluas 300 Hektar. Dan bibit yang harus di tanam sebanyak 15 ton, tapi kenyataanya yang ada pada pendistribusian pertama hanya 2 ton, kemudian pengiriman ke kedua 3,5 ton, lantas sisa 10 Ton lagi kemana?.

“Saya selaku anggota Kelompok LMDH merasa telah dibohongi ketika saya tanya, banyak alasan yang tidak jelas”.ungkapnya Minggu (17/2/2018)

Hal senada diungkapkan Oman bendahara LMDH, dirinya mengaku merasa kecewa dengan ketua LMDH. Tidak ada Keterbukaan mengenai pengelolaan keuangan dan benih yang diterima kelompoknya.

“Karena kami sebagai bendahara LMDH merasa di bohongi oleh saudara Apit sebagai Ketua, apa sebabnya? Karena kami waktu bikin rekening di ikut sertakan,bahkan kami yg mendanai untuk bikin rekening kelompok. Tapi waktu pencairan uang ? kami tidak di ikut sertakan bahkan uang kami pun tidak di kembalikan oleh ketua kelompok” Ungkap Alisan Bendahara Kelompok LMDH Penerima Benih Kedelai APBN-P Desa Giri Mukti Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak" katanya.

Ditempat terpisah, saat di kompirmasi  Apit Ketua LMDH mengungkapkan, Memang waktu itu bibit kedelai di kirim dari pak Wawan, sebanyak 2 ton, tapi bibit tersebut jelek sehingga tidak tumbuh, dan kami pun akhirnya pinjam dari UPT pertanian sebanyak 500kg, Untuk di tanam dilahan seluas seluas 10 hektar, dan kemudian kami di kirim lagi sebanyak 3 ton jumlah total semuanya sebanyak 5,5 ton,

" Ya benar pak, bahwa kami menerima benih kedelai dengan jumlah total 5,5 ton, untuk ditanam dilahan seluas 10 Hektar," Terang Apit singkat. (Hin/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top