Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Bangunan Shelter Tsunami di Labuan Baru Mencapai 90 Persen

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 3535 Pengunjung
Komisi IV DPRD Provinsi Banten didampingi Perwakilan Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi bangunan Shalter Tsunami di Desa/Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Selasa (19/5/2015).

Bantenku.com, SERANG –  Pembangunan Shelter Tsunami di Kampung Sawah, Desa/Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang baru mencapai 90 persen. Ini diketahui setelah Komisi IV DPRD Provinsi Banten didampingi Perwakilan Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi bangunan tersebut, Selasa (19/5/2015).

"Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, pembangunan Shelter Tsunami di Desa/Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang yang dimulai pada tahun 2014 lalu hingga memasuki Mei 2015 ini baru mencapai 90 persen," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Thoni Fhanoni Mukson di Serang, kemarin.

Dana pembangunan Shelter Tsunami bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN) tahun anggaran 2014 sebesar Rp 23 miliar lebih, dengan peruntukan bangunan sebagai tempat evakuasi masyarakat bila terjadi Tsunami atau tempat evakuasi sementara (TES). Menurut Thoni, pembuatan tiang siku penguat tiang gedung Shalter Tsunami tidak rapi. "Bahkan atap bangunan Shelter Tsunami juga belum diplester, jadi masih banyak yang harus dilakukan perbaikan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Thoni, pemasangan keramik lantai dan ruang gedung perkantoran untuk operator masih belum rapi, bisa dibilang masih acak-acakan. Termasuk pembangunan drainase di sekitar lokasi bangunan Shleter Tsunami belum dikerjakan, sehingga ketika musim penghujan tiba, ruas jalan tergenang banjir hingga menghambat para pengendara ruda dua dan roda empat. "Kami sudah meminta kepada pemborong melalui perwakilan Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera menyelesaikan pembangunannya, jangan sampai pekerjaan pembangunan Shelter Tsunami terbengkalai," pintanya.

Menanggapi hal itu, Perwakilan Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Haris mengatakan, penyelesaian pembangunan Shelter Tsunami tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2015 mendatang. "Kami akan melakukan perbaikan terhadap bangunan Shleter Tsunami di Desa/Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, dan proses penyelesaian pembangunannya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 mendatang," kata Haris.(DHAN)


KOMENTAR DISQUS :

Top