Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Astaga, Ini Fakta Minuman Bersoda Rusak Mental Anak

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 6951 Pengunjung
Foto : ilustrasi minuman bersoda

Bantenku.com-Jangan biarkan anak Anda mengomsumsi minuman bersoda secara berlebih. Hasil berbagai penelitian, minuman ini ternyata merusak perilaku Anak.

Seperti dilansir situs konsultasi kesehatan, KlikDokter.com, berikut ini, tiga fakta gangguan perilaku anak akibat minuman bersoda:

Sulit Konsentrasi
Diantara anak-anak usia lima tahun, mereka yang mengonsumsi minuman bersoda terjadi peningkatan perilaku agresif, penarikan diri, dan sulitnya untuk konsentrasi dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi soda.

Disebutkan, minuman bersoda mengandung air berkarbonasi, sirup jagung dengan kadar fruktosa yang tinggi, aspartame, sodium benzoate, asam sitrat atau fosfor, dan sering juga kafein, yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang secara umum.

Berperilaku Kasar
Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2011 di Injury Prevention Journal menemukan bahwa remaja yang mengkonsumsi lima kaleng soda setiap minggu dibuktikan memiliki kecenderungan membawa sejata dan berperilaku lebih kasar terhadap teman, keluarga dan pasangan.

Sebuah studi dari penulis yang sama menemukan bahwa konsumsi minuman bersoda yang tinggi berkatian dengan beberapa tindakan agresif dan perubahan perasaan dari perilaku termasuk berkaitan dengan pertengkaran, perasaan sedih, perasaan putus asa serta perasaan ingin bunuh diri.

Lebih Agresif
Pada studi terakhir yang dipublikasikan pada Journal of Pediatrics, mereka meneliti anak-anak usia lima tahun,

dimana 43 persen anak dilaporkan mengkonsumsi minuman bersoda paling tidak 1 kali dalam sehari, dan empat persen anak mengkonsumsi minuman bersoda 4x atau lebih dalam satu hari.

Setelah diteliti, mereka menemukan hubungan signifikan antara konsumsi minuman bersoda dengan perilaku agresif,

Ini juga termasuk di dalamnya perilaku menghancurkan barang milik orang, terlibat dalam pertengkaran, dan secara fisik cenderung menyerang orang.

Sudah banyak studi yang mengaitkan, kafein dengan perubahan hormon yang dapat mempengaruhi otak anak yang masih berkembang mengenai pengertian mereka terhadap risiko.

Hingga saat ini FDA (Food and Drugs Administration) masih meneliti efek dari kafein terhadap anak.

Gula yang terdapat dalam soda juga dapat mempengaruhi perilaku.

Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan minuman terutama di Amerika yang membatasi konsumsi soda pada anak-anak, dan menganjurkan pilihan minuman lain seperti jus dan susu di sekolah-sekolah. (dr Dewi Ema Anindia/KlikDokter.com).

KOMENTAR DISQUS :

Top