Jumat, 27 November 2020 |
11:23 wib: Kapolda Banten Pimpin Sertijab Wakapolda Banten 08:04 wib: Pjs Bupati Serang Optimis Target 75 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai 01:30 wib: Resmob Polres Serang Kota Tembak 2 Pelaku Curanmor Saat Ditangkap 12:43 wib: Pemkab Serang Upayakan Empat BUMD Dapat Suntikan Dana 12:13 wib: Provinsi Banten Peringkat Atas Pencegahan Korupsi 12:05 wib: Kapolresta Tangerang Bagikan Lele ke PHL, Hasil Dari Panen Ikan Pemanfaatan Lahan 19:14 wib: Humas Polri Gelar Workshop Manajemen Media Pilkada untuk Menciptakan Kamtibmas Kondusif 18:57 wib: Pengendara Sepedah Motor Tewas Ditabrak Truk Box Jalan Serang Cilegon 18:51 wib: Belajar Tatap Muka Januari 2021, Walkot Serang Harus Perketat Protokol Kesehatan 18:30 wib: Silahturahmi dan Pembekalan Relawan Kemenangan Tatu – Pandji

Aksi Buruh Serang Akan Ke Jakarta Terhadang Aparat Kepolisian Di Perbatasan Serang Tangerang

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 161 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Ratusan pendemo buruh yang berasal dari Provinsi Banten tertahan di perbatasan antara kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang di pertigaan Cikande Asem tepatnya depan pabrik Gula Cikande, Kamis (22/10/2020).

Pendemo yang hendak ke Istana Presiden di Jakarta tidak dapat melintas karena terhambat blokade ratusan aparat kepolisian dan TNI yang berjaga, para buruh tampak tidak berhasil menembus blokade aparat keamanan, akhirnya para buruh dari berbagai serikat buruh tersebut berinisiatif orasi di lokasi tertahan (Perbatasan Kabupaten serang dan Kabupaten Tangerang -red), tidak sampai disitu pendemo membakar ban bekas di tengah jalan.


Syahrudin, Ketua Serikat Buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPS SPN) PT. Park Land World Indonesia 2 (PWI), saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa, dirinya bersama dengan ratusan anggota dari Perwakilan PT PWI 2 menyayangkan sikap aparat kepolisian memblokde jalan, " Kami sangat menyayangkan sikap polisi yang menghadang niat kami ke jakarta , akhirnya kami terpaksa berorasi dengan menutup akses jalan, tuntuan kami tetap sama yaitu mencabut UU Omnibuslaw yang menurut kami merugikan kaum buruh " ujar Syahrudin.

Sementara itu Kapolres Serang AKBP Mariyono saat diwawancara mengatakan bahwa tidak diberangkatkannya para buruh ini mengingat jakarta masih zona merah dikhawatir akan akan menambah penyebaran covid 19, " Para buruh tidak kami berangkatkan karena saat ini jakarta msh zona merah, sedangkan kabupaten serang masih zona orange, untuk itu agar tidak terjadi penyebaran covid 19 " ujar Mariyono.

" Penyekatan mulai tadi pagi jam 9.00 hingga buruh usai jam 14.00 , kemacetan hingga 5 kilo di sepanjang jalan raya serang jakarta " ujarnya kembali.

Pantauan awak media pukul 14.00 Wib kemacetan terurai karena buruh menyudahi aksi orasi dan kembali ke tempatnya masing masing.


[SYT/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top