Selasa, 19 Oktober 2021 |
18:03 wib: Utamakan Pelayanan, Jasa Raharja Banten Data Korban Laka Bus di Tol Tangerang Merak 22:43 wib: RSUD Banten Luncurkan KateterisasiJantung 22:06 wib: Jasa Raharja Cabang Banten Gandeng Kampus Untirta, Gagas Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan 18:03 wib: Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021 07:49 wib: Dibuka Wagub Andika, Banten Golf Open Tournament 2021 Diikuti Peserta Pro & Amatir 10:34 wib: Bupati Serang Beri Penghargaan untuk Atlet PON Berprestasi 17:29 wib: Tantangan Semakin Kuat, Kemajuan Kabupaten Serang Diapresiasi 07:57 wib: Gebyar HUT Kabupaten Serang Banjir Bantuan 22:02 wib: Lakukan Pembinaan, Kini Tingkat Kehadiran Pegawai Non-ASN di Setwan Banten Naik Signifikan 21:33 wib: Sekretariat DPRD Banten Klaim Sukses Adakan Vaksinasi Setelah Sasar 2.230 Orang

Akselerasi Sosial Guna Menuju Masyarakat Inklusif

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2072 Pengunjung
Kiri Ahmad Sopian (kiri) Manager HAM Medi Riansyah Manager Hukum (tengah), Muhamad Bintang Firdaus (kanan) Manager Legal. Perkumpulan Sahabat Difabel ( DPP PERSADA )

Bantenku, SERANG - Mewujudkan Masyarakat Inklusif melalui Undang-Undang dan Strategi Multisektoral Terkait dengan disabilitas, masyarakat inklusif diharapkan tidak saja mampu melihat kekurangan, tetapi juga mampu melihat potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas.

Tentu sebuah kerja kerja kemanuisaan berbasis sosial cultural, harus di gerakan sebagai upaya Akselerasi gerakan sektoral menuju masyarakat inklusif.

Hal ini sangat kita pahami bahwa sebagian besar penyandang disabilitas berada pada kelompok rentan dan masyarakat menengah kelas ekonomi bawah. Biasanya mereka bekerja sebagai tukang urut, pengamen jalanan, bahkan peminta-minta bagi penyandang tunanetra, pekerja salon, tukang jahit.

Merujuk istilah inklusif, inklusif berasal dari bahasa Inggris, inclusive yang berarti “termasuk di dalamnya”. Secara istilah berarti menempatkan dirinya ke dalam cara pandang orang lain/kelompok lain dalam melihat dunia, dengan kata lain berusaha menggunakan sudut pandang orang lain atau kelompok lain dalam memahami masalah.

Jika diamati, sikap inklusif dan eksklusif pada dasarnya adalah cara seseorang memandang perbedaan yang ada. Sikap inklusif cenderung memandang positif perbedaan yang ada, sedangkan sikap eksklusif cenderung memandang negatif perbedaan tersebut. Dampak memandang positif perbedaan adalah memunculkan dorongan/motivasi untuk mempelajari perbedaan tersebut dan mencari sisi-sisi universalnya guna memperoleh manfaat yang menunjang hidup atau cita-citanya.

Sikap positif terhadap perbedaan lahir karena adanya kesadaran bahwa perbedaan adalah fitrah atau alamiah sehingga tidak menolak perbedaan, tetapi mengakui adanya potensi persamaan-persamaan yang bersifat universal.

Mewujudkan masyarakat inklusif adalah sebuah upaya yang sangat baik dalam memberdayakan dan menyejahterakan penyandang disabilitas. Di dalam kehidupan sehari-hari, penyandang disabilitas telah mengalami kesulitan, baik dari segi penyediaan infrastruktur maupun sikap masyarakat.

Di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten, sangat jarang kita temui masih kurangnya fasilitas khusus bagi mereka seperti ram (jalan landai), lift bersuara, toilet khusus. Jikapun ada fasilitas-fasilitas tersebut tidak terpakai dan tidak jarang pengunjung dan pengelola gedung tidak paham terhadap kegunaan fasilitas-fasilitas itu

Selanjutnya, dengan adanya gagasan pengajuan Raperda tentang pemenuhan Hak-hak penyandang disabilitas diharapakan bisa mengakomodir semua pemenuhan terhadap hak disabilitas dan sebagai aturan pelaksana dari UU No 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas guna mewujudkan masyarakat inklusif.

Akselerasi sosial yang perkumpulan sahabat difabel (PERSADA) lakukan adalah sebuah kerja nyata dalam mendorong terwujudnya inklusifitas sosial yang berkesinambungan. Upaya penyadaran dan pengembagangan potensi diri bagi para penyandang disabilitas sehingga menghasilkan include yang positif di masyarakat.

(Ari/red)

KOMENTAR DISQUS :

Top