Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

4 Santriwati Korban Asusila Guru Ngaji Keluarga Melapor Ke Polisi

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 5691 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Pengasuh sebuah pondok pesantren di Kabupaten Serang berinisial JM dilaporkan ke polisi terkait dugaan pencabulan terhadap sebanyak 15 santriwatinya. Hingga hari ini, (27/7/2020), baru empat korban yang berani melapor ke Mapolres Serang Kota.

"Awalnya tidak mau mengaku dan cerita kepada keluarganya karena malu. Tapi, ada salah satu anak santriwati berinisial DA berani, akhirnya yang lain berani terbuka," kata perwakilan keluarga Anton Daeng Harahap di Mapolres Serang Kota.

Daeng memaparkan, modus pelaku yang diawali menawarkan sebuah kesaktian dan jimat kepada korban. Namun, syaratnya sebelum mendapatkan wafak tersebut mereka harus melayani syahwatnya bejad pelaku di sebuah kamar khusus di pondok pesantren tersebut.

"Modusnya kiainya ini mengiming-imingi dengan wafak wiridan semacam itu. Setelah itu di situ diajak ke kamar pembayarannya itu harus dengan syahwat," ujar Daeng.

Berdasarkan keterangan para korban, pelaku selalu mengancam korbannya jika berani menceritakan aksi bejat tersebut kepada orang lain. Mereka diancam akan disantet dan diguna-guna, bahkan dikeluarkan dari ponpes.

"Padahal dia punya istri tiga, bahkan istrinya juga korban. Dia itu ketua yayasan, gak pernah ngajar di ponpes, cuma nyari korban saja," kata Dia.


[Irul/Red]


KOMENTAR DISQUS :

Top