Jumat, 10 April 2020 |
18:15 wib: Infasing dan Serifikasi Belum Cair Akibat Data yang di Verval oleh Setiap Guru Terlambat 06:56 wib: Facebook Rilis Produk Baru, Tuned Aplikasi Chatting Khusus Pasangan 19:06 wib: Mentan Syahrul Cek Stok Pabrik Gula di Cilegon, 250 Ribu Ton Siap Di Pasaran 16:28 wib: PWI bekerjasama Dengan PT. Cahaya Technologi Unggas Bantu Masyarakat 16:12 wib: Terpeleset Santri Asal Kresek Tewas Di Kali Cidurian Kronjo 12:21 wib: Ratusan Guru Madrasah Non PNS Lebak Keluhkan Dana Sertifikasi dan Infasing Belum Turun 11:11 wib: Operasi Kalimaya 2020, Satlantas Polres Lebak Bagikan Masker Gratis 23:38 wib: Polda Banten Pasang Spanduk dan Baleho Himbauan Masyarakat Untuk Tidak Mudik Lebaran 23:04 wib: Belasan Wartawan Kota Serang Ikuti Rapid Test, Putus Rantai Virus Corona 22:55 wib: Polsek Cikande Amankan Pelaku Penusukan Karyawan Pabrik PT Nikomas

3 Rumah Roboh Di Kecamatan Ciruas Dihantam Hujan Lebat

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 616 Pengunjung

BantenKu, SERANG- Hujan lebat yang menerjang wilayah Kabupaten Serang. Kali ini terjadi Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, tepatnya di Kampung Kadikaran RT/RW 002/001 dan Kampung Maja Asem RT/RW 003/002, Rabu (25/3/2020).

Dalam peristiwa ini sebanyak unit rumah semi permanen terdampak hingga mengalami kerusakan berat karena roboh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana mengatakan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan rumah yang sudah lapuk rusak.

“Curah hujan intensitas yang tinggi disertai angin kencang di Kecamatan Ciruas mengakibatkan rumah roboh. Dampak Kejadian 3 unit rumah semi permanen terdampak,” ujarnya.

Tiga rumah ini masing-masing milik Badriah (60), Sayuti (60) dan Salimah (50).Mendapati informasi tersebut BPBD Kabupaten Serang langsung melakukan tindakan dengan melakukan koordinasi dengan pihak pelapor terkait kejadian tersebut.

“BPBD Kabupaten Serang juga memberangkatkan personel TRC ke lokasi kejadian guna melakukan assesment,” katanya.

Akibat peristiwa ini, kata dia, para korban membutuhkan beberapa keperluan dan kebutuhan mendesak seperti terpal, logistik, pakaian dewasa, peralatan masak, perlatan mandi dan matras.“Kondisi terakhir korban mengungsi ke rumah krabatnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

[di/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top