Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

2 Penumpang Kapal Ferry di Pelabuhan Merak Ditemukan Tewas Tanpa Busana Dalam Kendaraan Pribadi

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 301 Pengunjung

BantenKu, CILEGON - Dua orang penumpang jenis kelamin laki-laki dan perempuan ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Toyota kijang Innova warna hitam Nomor Polisi BG 1795 J di Pelabuhan Merak. Saat ditemukan, kedua mayat tersebut dalam keadaan tanpa busana.

Menurut informasi, peristiwa terjadi pada pukul 20.30 WIB pada Minggu (26/7/2020) di dalam kapal KMP Nusa Putra sewaktu sandar di Dermaga 3, Pelabuhan Merak. Hingga saat ini identitas kedua korban tewas tanpa busana itu belum diketahui.

Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana membenarkan peristiwa itu. Kapolres mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari pihak KMP Nusa Putra bahwa ada kendaraan Innova plat BG ditemukan ada korban 2 orang tidak bernyawa tanpa busana.

“Sehingga kita lakukan identifikasi menggunakan inafis dan ambulans. Tentunya kita laksanakan bongkar kendaraan dari kapal, dan mobil kita amankan di Dermaga 3 Pelabuhan Merak dan korban dibawa ke RSUD Serang untuk dilakukan autopsi lebih lanjur supaya dapat diketahui penyebab kematiannya,” terang Kapolres.

Kapolres menjelaskan bahwa, menurut keterangan saksi, di dalam mobil berjumlah 7 orang. “Yang dua orang korban meninggal dunia dan yang lima orang pada saat berlayar berada di dek kapal tidak di kendaraan dan saat ini lima orang penumpang kendaraan sedang dilakukan pemeriksaan di KSKP Merak,” terangnya.

Dugaan sementara, lanjut Kapolres, korban meninggal dunia tersebut penyebabnya keracunan karbon monoksida.

“Dikarenakan pada saat berlayar kendaraan posisi hidup dan yang bersangkutan menyalakan AC. Namun untuk lebih jelasnya kita masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Serang,” paparnya.

Kapolres menambahkan bahwa, kedua korban meninggal ditemukan oleh penumpang lainnya karena kendaraan tersebut merupakan travel gelap dari Palembang menuju ke Blora dan Jepara.

“Mobil dievakuasi keluar, yang meninggal ini sopir kendaraan tersebut.
Kondisi mobil tidak terkunci dari dalam sehingga penumpang yang lain semua ingin menaiki kendaraan di lihat korban sudah meninggal dunia,” tambahnya.

[Sh/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top