Senin, 20 Januari 2020 |
20:13 wib: Bertahun tahun Tidak Diperhatikan Pemkab Warga Malang nengah Kerja Bakti 08:40 wib: Walikota Serang Cek Kondisi Jalan Rusak di Kecamatan Curug 12:24 wib: Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bojonegara, Pemkab Serang Segera Panggil Penambang 11:51 wib: Kapolda Banten Prioritas Penanganan Tambang Emas Ilegal di Lebak 12:52 wib: Rumah Warga Ambruk, Dihantam Angin Kencang 12:00 wib: 13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten 20:46 wib: Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH 16:49 wib: Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah 14:53 wib: Brantas Kabupaten Serang Pertanyakan Kerja Dinas Kebersihan dan CSR Perusahaan 14:10 wib: Jembatan Suka Senang, Malingping Terbengkalai Dikritik Aktivis LPPB

13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1274 Pengunjung

Bantenku, SERANG- Sebanyak 13 nama berebut kursi jabatan direksi dan komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri. 13 nama tersebut telah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan tim seleksi (timsel) di Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sejak 2-3 Januari 2020.

Informasi yang dihimpun, calon direksi dan komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri yang mengikuti UKK tertuang dalam pengumuman timsel bernomor 3-PANSEL. AGRIBISNIS/2019 dan ditandatangani oleh Ketua Timsel Al Muktabar.

Adapun nama-nama untuk calon direksi di anataranya H. Syaiful Wijaya, Ilham Mustofa, Nana Setiana, Sonhaji, Enjum Jumhana, Indrawati Sinaga, Mia Damayante, dan Syaefunnur Maszah. Sedangkan untuk calon komisaris terdiri atas Pupu Mahpudi, Tubagus Alvin Harandi, Agus Sobarna, Hari Bowo, dan Ahmad Munadi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Bina Perekonomian Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, nama-nama calon direksi dan komisaris tersebut merupakan nama-nama yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

“Untuk calon direktur ada 8 yang lulus administrasi, untuk komisaris lima calonnya,” katanya.

Pada saat seleksi administrasi terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah.

“Iya, kalau ketentuan syarat sebenarnya sudah ada di Permendagri 37 tahun 2018. Umur misalnya, untuk calon direksi enggak boleh lebih dari 55 (tahun), calon komisaris enggak boleh lebih dari 60 (tahun), itu udah pakemnya dari sana,” ucapnya.

Selanjutnya, timsel akan memilih tiga besar di antaranya untuk diserahkan Gubernur Banten. Selanjutnya gubernur akan memilih 2 nama untuk jabatan direksi dan 1 nama untuk komisaris.

“(Direksi) yang butuhnya dua kan, terus untuk komisaris karena satu butuhnya,” tuturnya.

Calon yang bersaing berasal dari beberapa daerah dan paling dominan dari Provinsi Banten. Adapun yang berasal dari luar Banten yaitu dari Bandung.

“Hampir rata-rata dari Banten, dari luar itu dari Bandung juga ada, memang (seleksi direksi dan komisaris) terbuka,” ujarnya.

Disinggung terkait seleksi direksi PT Banten Global Development (BGD), pria yang juga Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten ini mengatakan, sampai saat ini seleksinya masih belum dilanjutkan karena jumlah pendaftar saat pembukaan tak sesuai kebutuhan.

“Pesertanya sedikit, kan minimal tiga, untuk satu posisi tiga besar. Kalau pendaftarnya empat gimana mau lanjut. Nanti dibuka dulu,” katanya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, seleksi direksi dan komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri dibuka secara luas untuk masyarakat umum. Mereka yang terpilih diharapkan mampu menyusun rencana strategis sehingga PT Agrobisnis Banten Mandiri bisa berjalan optimal.

“Lelang ini membuka seluas-luasnya bagi masyarakat melalui penguatan agrobisnis yang ada. Nanti kita bisa lihat, kita seleksi jadi lima (besar) dan jadi tiga (besar),” tuturnya. 

[Ali/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top